NEGARA, Radar Bali.id - Proses pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) Peh, sempat tersendat karena rusaknya alat berat berupa ekskavator untuk menata sampah yang baru datang.
Selamat dua hari, sampah di truk dan masing -masing tempat pembuangan sampah sementara tidak dibuang ke TPA. Kondisi ini karena minimnya alat berat yang bisa digunakan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jembrana Dewa Gede Ary Candra Wisnawa mengatakan, TPA Peh memiliki dua alat berat untuk menata sampah yang baru datang. Tetapi satu ekskavator terbakar, sehingga hanya satu ekskavator yang aktif digunakan.
”Sementara mengoptimalkan satu ekskavator yang ada,” ungkapnya.
Menurutnya, dengan produksi sampah setiap hari yang dibuang ke TPA mencapai puluhan ton, satu unit ekskavator ini mampu. Hanya saja, dengan kinerja yang lebih padat membuatnya cepat rusak dan ketika terjadi kerusakan maka sampah tidak bisa terbuang ke TPA.
Sementara untuk perbaikan satu unit ekskavator yang terbakar, masih menunggu anggaran perubahan mendatang. ”Perbaikan ekskavator yang terbakar masih menunggu anggaran perubahan,” terangnya.
Dewa Ary menambahkan, mengenai persiapan sampah ini, pihaknya berharap kesadaran dan kerjasama masyarakat.
Salah satunya mengatasi sampah dari sumbernya, mulai dari pemilihan dan pemilihan sampah sesuai jenisnya, serta membuat teba modern yang saat ini gencar dilaksanakan pemerintah kabupaten.
”Setiap orang memiliki tanggungjawab mengatasi masalah sampah ini, minimal tidak membuang sampah sembarangan dan melakukan pemilihan sampah dari sumbernya,” terangnya.
Pihaknya berharap, upaya ini dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, serta mendukung program pengurangan sampah dari hulu yang menjadi prioritas pemerintah kabupaten. [*]
Editor : Hari Puspita