NEGARA, Radar Bali.id - Pelabuhan Gilimanuk mengalami peningkatan drastis kendaraan yang akan keluar Bali, mulai Minggu sore hingga Senin (30/6/2025) dini hari. Padatnya kendaraan yang akan keluar Bali,
membuat antrean kendaraan memenuhi areal parkir pelabuhan hingga Jalan Denpasar - Gilimanuk. Ekor antrean hingga sekitar 1 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk.
Antrean kendaraan yang akan menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang, mulai terjadi peningkatan sejak Minggu sore. Kendaraan kecil, truk dan bus berangsur masuk areal pelabuhan untuk menyeberang. ”Mulai kemarin sore ramai kendaraan. Semakin malam, semakin banyak.
kendaraan yang datang ke pelabuhan,” ujar Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk Letda Laut (P) Bayu Primanto, Senin (30/6/2025).
Meskipun kendaraan yang akan menyeberang membludak, antrean kendaraan jauh berkurang
dibandingkan dengan Rabu (24/6/2025) lalu. Karena pada saat itu, saat terjadi kepadatan kendaraan, cuaca ekstrem juga terjadi sehingga penyeberangan Selat Bali terganggu. ”Kondisi semalam (kemarin) ramai, tapi lalu lintas kendaraan yang akan menyeberang masih terkendali,” terangnya.
Antrean kendaraan yang menyeberang Selat Bali, karena volume kendaraan yang meningkat diakhir libur panjang akhir pekan. Selain itu, kendaraan angkutan barang yang meninggalkan Bali lebih banyak pada malam hari.
Antrean kendaraan yang terpantau hingga Jalan Denpasar - Gilimanuk dan ekor antrean hingga sekitar 1 kilometer, berangsur berkurang hingga pada Senin pagi seluruh kendaraan yang terjebak antre, akhirnya menyeberang menuju Pelabuhan Ketapang.
Kendaraan mulai truk hingga wisatawan lebih cepat menyeberang, karena kondisi cuaca yangbersahabat. Angin tidak terlalu kencang hanya 5-10 knot dan gelombang hanya 0,5 meter, sehingga kapal yang beroperasi lancar. ”Kapal besar yang dioperasikan, juga cukup optimal mengurai antrean,” kata perwira angkatan laut ini.
Di masa libur sekolah ini, diprediksi masih terjadi peningkatan arus lalu lintas kendaraan yang masuk dan keluar Bali. Sehingga, pihaknya bersama stakeholder terkait, selalu berkoordinasi agar pelabuhanpenyeberangan pulau Bali dan Jawa ini tetap lancar, tidak terjadi antrean panjang lagi. [*]
Editor : Hari Puspita