Bupati Kembang Berikan Penghargaan untuk Nelayan dan Relawan Evakuasi Korban KMP Tunu Pratama Jaya

Muhammad Basir • Dipublikasikan Rabu, 9 Juli 2025 | 03:59 WIB

 

TERIMA KASIH: Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, bersama Lukman (baju merah) dan nelayan lain di Pesisir Pantai Pebuahan, Negara (8/7/2025) (Humas Pemkab Jembrana)
TERIMA KASIH: Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, bersama Lukman (baju merah) dan nelayan lain di Pesisir Pantai Pebuahan, Negara (8/7/2025) (Humas Pemkab Jembrana)

NEGARA, radarbali.jawapos.com - Sebanyak 22 orang, terdiri dari nelayan dan relawan yang menemukan maupun membantu proses evakuasi korban Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya, diberikan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Jembrana, Selasa (8/7/2025).

Penghargaan diberikan langsung Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, di Pesisir Pantai Pebuahan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kembang berdialog dan mendengar cerita nelayan dan relawan. Nelayan yang membantu korban selamat, menceritakan secara detail mulai dari awal menemukan korban hingga memberikan pertolongan kepada korban selamat dan meninggal.

Karena itu, bupati dan masyarakat Jembrana, saya menyampaikan terima kasih kepada nelayan yang secara langsung menemukan, dan kepada masyarakat serta aparat semuanya yang sudah membantu pencarian dan evakuasi korban KMP Tunu Pratama Jaya.

Penghargaan yang diberikan, sebagai bentuk apresiasi kepada nelayan dan relawan karena telah telah berjibaku melawan kuatnya arus dan gelombang laut Selat Bali, mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan banyak nyawa.

"Panggilan kemanusiaan tersebut sangat patut diapresiasi dan menjadi pemicu masyarakat tanggap akan lingkungan sekitarnya," ujar Bupati Kembang.

Penerima penghargaan, 22 orang, terdiri dari 12 orang nelayan dan 10 orang relawan. Selain diberikan piagam penghargaan, juga diberikan sembako serta apresiasi berupa uang tunai.

"Kami sangat mengapresiasi seluruh pihak yang secara langsung terlibat dalam proses evakuasi korban tersebut,” terangnya.

Menurutnya, berbagai elemen mulai dari nelayan, relawan, masyarakat Basarnas, BPBD, serta lainnya sangat luar biasa dalam penanganan korban insiden KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali. ”Jiwa kemanusiaan mereka sangat luar biasa," ungkapnya.

Bupati Kembang menaruh harapan besar kepada para nelayan untuk terus memupuk rasa kemanusiaan apabila hal serupa kembali terjadi. Diharapkan para nelayan dengan sukarela ikut membantu dan menolong semaksimalnya untuk keselamatan para korban.

”Harapannya, akan selalu berjuang ketika ada musibah seperti ini. Harapan saya juga, seluruh masyarakat ketika ada musibah tanpa dikomando dan diberitahu, kita bergerak bersama-sama untuk membantu kemanusiaan,” ujarnya.

Salah satu nelayan penerima penghargaan, Lukman, merupakan nelayan yang pertama kami menemukan korban KML Tunu Pratama Jaya di perairan Salta Bali. Lukman mengisahkan bagaimana ia bisa bertemu dengan para korban dan memberikan pertolongan kepada mereka.

Lukman menuturkan, saat sedang memancing di perairan Pebuahan, sekitar 30 menit setelah perjalanan menuju lokasi memancing, mendengar teriakan suara minta tolong sekitar pukul 02.30 WITA.

Saat itu itu, memutuskan pancing dan berusaha mencari suara. Sempat mematikan mesin agar bisa mendengar lebih jelas sumber suara dan memanggil.

”Saya dengar suara tolong-tolong dan ternyata dekat. Saya senter sekeliling saya, karena gelombang yang besar tidak kelihatan. Saya dekati sumber suara dan saya melihat seseorang lalu saya naikkan ke perahu saya,” ungkapnya.

Awalnya Lukman mengira, korban merupakan nelayan yang terjatuh dari perahunya. Setelah korban ditanya, ternyata penumpang kapal dari Pelabuhan Ketapang Gilimanuk menuju Pelabuhan Gilimanuk, sehingga memutuskan mencari korban lainnya. Sempat mendengar peluit, tetapi perahunya tidak mampu menjangkau.

Setelah membawa korban pertama ke darat, bertemu nelayan lain, Santoso, menyampaikan bahwa ada korban kapal tenggelam di tengah laut.

Bersama Santoso menemukan tiga orang korban lagi, 2 orang dalam kondisi selamat dan 1 orang sudah meninggal dunia. Kemudian kembali melihat lampu kelap-kelip di tengah laut, sehingga memutuskan untuk mendekat sumber cahaya tersebut dan akhirnya menemukan 4 korban lagi.

Setalah mengevakuasi korban ke darat, mengajak nelayan lainnya untuk ikut membantu mencari para korban.

Total korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya yang ditemukan di pesisir Jembrana, terutama Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, sebanyak 26 orang, dimana 20 orang ditemukan selamat dan 6 lainnya sudah meninggal dunia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Rosihan Anwar
Sumber : radarbali.jawapos.com
Bupati jembrana i Made Kembang Hartawan KMP Tunu Pratama Jaya