NEGARA, Radar Bali.id - Pencarian korban Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya, masih dilakukan oleh tim gabungan Search and Rescue (SAR). Pencarian melalui jalur darat dan laut, sementara hanya menemukan 49 orang dengan jumlah selamat 30 orang dan meninggal 19 orang.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam keterangan tertulis menyatakan, Search and Rescue Unit (SRU) secara bergantian dikerahkan hingga kini untuk melakukan pencarian di selatan lokasi kejadian KMP Tunu Pratama Jaya teggelam.
SRU yang dikerahkan KN SAR 249 Permadi, RBB Basarnas, RIB 01 dan 03 Basarnas, RIB KN Chundamani, KAL Sembulungan, Patkamla Payaman, KP Tj. Rening Polairud Polres Jembrana, dan Speedboat Polairud.
”Pada saat yang bersamaan, SRU Darat yang merupakan gabungan dari berbagai unsur seperti Basarnas, Unsur TNI dan POLRI, serta relawan melakukan penyisiran disepanjang pantai, baik di wilayah Gilimanuk maupun Ketapang,” kata SMC Nanang Sigit.
Hingga kemarin, total korban yang ditemukan berjumlah 49 orang, dengan rincian 30 korban ditemukan dalam keadaan selamat dan 19 orang dalam keadaan meninggal dunia. Dari 19 korban meninggal ini, 4 korban diantaranya masih belum dapat diidentifikasi.
Terpisah, Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk Letda Laut (P) Bayu Primanto mengatakan, operasi pencarian sejak KMP Tunu Pratama Jaya dilaporkan tenggelam, sudah memasuki hari ke -19. ”Proses pencarian masih berlangsung, sementara 49 orang yang ditemukan,” jelasnya.
Pencarian oleh tim SAR gabungan kemarin, terdiri dari personel TNI AL, Basarnas Jembrana, Polairud Polres Jembrana dan Brimob melakukan penyisiran dari tepi pantai Penginuman Gilimanuk hingga Pantai Klatakan Melaya. ”Pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya hari ini masih nihil,” terangnya.
Operasi pencarian masih dilakukan karena masih banyak penumpang yang belum ditemukan. Berdasarkan data manifes kapal yang membawa 22 unit kendaraan dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk membawa sebanyak 53 penumpang dan 12 orang anak buah kapal, sehingga total 65 orang.
Jumlah ini berpotensi lebih banyak lagi dari yang terdata, karena banyak penumpang yang tidak masuk dalam manifes penumpang. [*]
Editor : Hari Puspita