Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kasus Kekerasan Seksual Anak di Jembrana Terus Melonjak, Pihak Korban Diminta Jangan Takut Melapor

Muhammad Basir • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 13:50 WIB
Ilustrasi kekerasan seksual  terhadap anak-dok.JawaPos.com
Ilustrasi kekerasan seksual terhadap anak-dok.JawaPos.com

 

Radar Bali.id– Kasus kekerasan seksual pada anak di bawah umur di Jembrana mencapai tingkat yang sangat mengkhawatirkan.

Dalam dua minggu terakhir saja, Pengadilan Negeri Negara telah menyidangkan beberapa kasus yang menjerat para pelaku.

Peningkatan kasus ini memicu keprihatinan serius, karena diduga kuat masih banyak kasus lain yang belum terungkap.

Data dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Jembrana menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, banyak kasus yang sudah memasuki proses hukum.

Namun, Kepala UPTD PPA Jembrana, Ida Ayu Sri Utami Dewi, mengungkapkan bahwa kasus yang terungkap hanyalah puncak dari gunung es.

"Upaya pencegahan sudah kami lakukan dengan sosialisasi ke sekolah dan desa. Tapi agar pelaku jera, korban harus berani melapor," tegasnya.

Faktor Utama dan Pentingnya Peran Keluarga

Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah ketakutan korban untuk melapor. Akibatnya, pelaku sering kali mengulangi perbuatannya, bahkan sampai menyebabkan korban hamil dan melahirkan, seperti yang terjadi pada kasus oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang mencabuli anak asuhnya.

Ida Ayu Sri Utami Dewi menjelaskan, beberapa faktor utama pemicu kekerasan seksual anak adalah minimnya pengawasan orang tua, pengaruh lingkungan, dan penggunaan gawai yang tidak terkontrol.

"Sebagian pelaku justru orang terdekat korban, sehingga dibutuhkan penguatan peran keluarga," ujarnya.

Pencegahan Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Menanggapi fenomena ini, Pemerintah Daerah Jembrana telah mengintensifkan program pencegahan. Berbagai langkah strategis telah diambil, seperti sosialisasi ke sekolah-sekolah, pembentukan forum anak di setiap desa, dan pelatihan.

"Kami juga melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga kelompok pemuda untuk membangun kesadaran bersama bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab semua pihak[*]

Editor : Hari Puspita
#asusila #imbauan #jembrana #Kekerasan Seksual Anak Bawah Umur