Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sempat Waswas Setelah Kapal Tunu Pratama Jaya Tenggelam Dekat SKLT, Kabel Listrik Bawah Laut Dipastikan Aman

Muhammad Basir • Selasa, 26 Agustus 2025 | 15:10 WIB

 

AMAN : Bagian dari instalasi kabel bawah laut SKLT di Pelabuhan Gilimanuk. (M.Basir/Radar Bali)
AMAN : Bagian dari instalasi kabel bawah laut SKLT di Pelabuhan Gilimanuk. (M.Basir/Radar Bali)

GILIMANUK, RadarBali.id-  Bangkai Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali pada 2 Juli 2025 lalu dipastikan tidak mengganggu pasokan listrik ke Pulau Dewata.

Ini setelah sebulan lebih pencarian, bangkai kapal ditemukan jauh dari jalur vital kabel bawah laut yang menghubungkan Jawa dan Bali.

Awalnya, tenggelamnya kapal yang menewaskan 19 orang ini sempat menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya pemadaman listrik total (blackout) di Bali jika bangkai kapal menimpa Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKLT). Namun, kekhawatiran itu kini terjawab.

Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSKL) PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBTB), Agustin Kusmawati, memastikan bahwa bangkai kapal berada di posisi yang aman.

“Dengan dukungan banyak pihak, mulai dari Tim SAR Gabungan, TNI AL, Polri, serta berbagai instansi lain, dinyatakan bahwa bangkai kapal KMP Tunu Pratama Jaya terdeteksi berada jauh dari posisi kabel laut,” jelas Agustin.

Menggunakan teknologi pemindaian sonar, Tim Basarnas menemukan objek yang diduga bangkai kapal. Deputi Operasional dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksda TNI Ribut Eko Suyatno, dalam konferensi pers sebelumnya menyatakan, objek tersebut berukuran panjang 67,4 meter dan lebar 12 meter, berada pada kedalaman 49 hingga 52 meter.

“Posisi bangkai kapal ini berjarak 3,6 kilometer dari kabel laut PLN, lebih jauh dari dugaan sebelumnya yang hanya 30 meter,” tegas Agustin.

Strategi PLN Jaga Pasokan Listrik Bali

Agustin Kusmawati, yang akrab disapa Titin, menambahkan bahwa kabel SKLT Jawa-Bali memang penting, tetapi bukan satu-satunya sumber pasokan listrik untuk Bali. Sistem kelistrikan Bali saat ini berasal dari pembangkit di Bali sendiri dan empat sirkuit SKLT yang memiliki jalur berbeda di Selat Bali.

Untuk menjaga keandalan pasokan, PLN telah mengimplementasikan sejumlah langkah mitigasi. Dari sisi pembangkitan, PLN memastikan unit pembangkit di Bali andal. Pada sisi transmisi, keandalan jaringan, baik di kabel laut maupun jaringan darat, dijamin.

Selain itu, PLN juga membatasi transfer daya melalui SKLT untuk mengurangi tekanan pada kabel bawah laut dan menjaga stabilitas sistem kelistrikan.

"Semua upaya ini menunjukkan komitmen PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik, terutama di wilayah strategis seperti Bali yang memiliki peran penting dalam sektor pariwisata dan ekonomi lainnya," pungkas Agustin.[*]

Editor : Hari Puspita
#KMP Tunu Pratama Jaya #kapal tenggelam #Listrik Jawa-Bali #pasokan listrik