GILIMANUK, Radar Bali.id- Penyeberangan lintas Ketapang-Gilimanuk ditutup sementara selama hampir dua jam pada Rabu (27/8/2025) malam akibat cuaca ekstrem.
Angin kencang dan gelombang tinggi membuat operasional kapal tidak memungkinkan, mengakibatkan antrean kendaraan mengular hingga ke jalan nasional.
Penutupan dimulai pukul 22.50 WITA. Kondisi yang tidak bersahabat ini langsung menyebabkan kemacetan panjang. Antrean kendaraan yang didominasi truk dan kendaraan barang terlihat memenuhi jalan hingga keluar dari area parkir Pelabuhan Gilimanuk. Ekor antrean bahkan dilaporkan mencapai Masjid Al-Mubarok, sekitar 1 kilometer dari pelabuhan.
Menurut Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk, Letda Laut (P) Bayu Primanto, kendaraan yang menumpuk sebagian besar adalah truk kosong yang hendak keluar dari Bali pada malam hari.
Operasional penyeberangan akhirnya kembali normal pada Kamis dini hari, pukul 00.46 WITA, setelah kondisi cuaca membaik. Meskipun sempat terjadi antrean panjang, petugas berhasil mengurai kemacetan dengan cepat. Kendaraan yang tertahan diseberangkan secara bertahap menuju Pelabuhan Ketapang.
Pada Kamis pagi, antrean di jalan nasional sudah tidak terlihat lagi. Semua kendaraan sudah masuk ke dalam area pelabuhan untuk menunggu jadwal keberangkatan selanjutnya."Saat ini sudah tidak ada antrean lagi," jelas Bayu, Kamis siang.[*]
Editor : Hari Puspita