NEGARA, Radar Bali.id- Jembatan yang melintasi sungai Tukadaya di Banjar Munduk, Desa Tukadaya, Melaya, mengalami kerusakan parah setelah diterjang banjir besar pada Rabu (10/9/2025) pekan lalu.
Kerusakan ini menambah parah kondisi jembatan yang pondasinya sudah tergerus sejak banjir tahun 2021 dan belum diperbaiki.
Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Jembrana, Gede Sony Indrawan, mengatakan bahwa dampak banjir kali ini sangat signifikan.
"Dampak banjir minggu lalu, jembatan semakin parah," ungkapnya.
Bagian sayap jembatan tergerus hingga nyaris putus, membuat jarak antara jembatan dan pinggiran sungai melebar hingga sekitar 8 meter.
Padahal, jembatan ini merupakan akses vital yang menghubungkan Banjar Munduk dengan Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru.
Menurut Gede Sony Indrawan, kerugian akibat kerusakan jembatan tersebut diperkirakan mencapai Rp6,5 miliar. Pihaknya berencana mengusulkan perbaikan jembatan dan infrastruktur lain yang rusak akibat bencana kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali.
"Akan kami usulkan kepada BPBD provinsi untuk penanganan bencana," tegasnya.[*]
Editor : Hari Puspita