Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Desa Pengambengan Langganan Banjir, Perlu Solusi Jangka Panjang

Muhammad Basir • Rabu, 24 September 2025 | 15:25 WIB
MEMANG KAWASAN LANGGANAN BANJIR: Kondisi permukiman Desa Pengambengan saat banjir terjadi Rabu (10/9/2025). M.Basir /Radar Bali)
MEMANG KAWASAN LANGGANAN BANJIR: Kondisi permukiman Desa Pengambengan saat banjir terjadi Rabu (10/9/2025). M.Basir /Radar Bali)

 

NEGARA, RadarBali.id - Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, menjadi wilayah langganan banjir setiap musim hujan.

Genangan air bahkan bisa bertahan hingga lebih dari seminggu, merendam permukiman warga. Kondisi ini menuntut solusi jangka panjang, seperti pembangunan drainase yang memadai.

Perbekel Desa Pengambengan, Kamaruzzaman, menjelaskan bahwa banjir yang kerap terjadi disebabkan oleh limpahan air dari sejumlah desa tetangga di sebelah utara, seperti Kelurahan Lelateng serta Tegal Bareng Barat dan Tegal Badeng Timur. "Air dari utara berkumpul di satu titik di wilayah Desa Pengambengan," ungkapnya.

Menurut Kamaruzzaman, drainase yang dibangun pada tahun 2022 lalu belum mampu mengatasi masalah banjir secara maksimal.

Terbukti, daerah yang sudah memiliki drainase masih terendam saat banjir melanda. Karena itu, Desa Pengambengan masih membutuhkan pembangunan drainase tambahan di empat titik yang mengarah ke laut.

"Jika dibangun lagi drainase yang memadai, ini bisa menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir Pengambengan," tegasnya.

Pemkab Jembrana Rencanakan Pembangunan Kolam Retensi dan Jaringan Drainase

Kamaruzzaman menambahkan, pembangunan drainase tersebut tidak bisa dilakukan oleh pemerintah desa karena lokasi yang dibutuhkan merupakan aset kabupaten dan provinsi. "Kami pemerintah desa tidak punya kewenangan untuk membangun drainase," jelasnya.

Selain drainase, persoalan sampah juga menjadi salah satu penyebab banjir. Sampah yang dibuang sembarangan sering menyumbat saluran air, mengakibatkan luapan air ke permukiman warga.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana, Gede Sugianta, mengatakan bahwa pemerintah kabupaten telah merencanakan program jangka panjang. Solusi yang diusulkan adalah pembangunan kolam retensi dan jaringan drainase. "Rencana pertama yang akan dikerjakan adalah kolam retensi," ungkap Sugianta.

Kolam retensi ini akan dibangun di sekitar Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana. Fungsinya adalah untuk menampung air sebelum dialirkan ke laut. Setelah kolam retensi selesai, barulah akan dibangun jaringan drainase yang terhubung ke kolam tersebut.

Sugianta menambahkan, pembangunan kolam retensi akan diupayakan menggunakan anggaran daerah. "Target kami dibangun secepatnya, tetapi masih menunggu ketersediaan anggaran," tandasnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#pemkab jembrana #solusi jangka panjang #pengambengan #daerah pesisir #banjir