Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sudah Tiga Bulan Hilang, Korban KMP Tunu Pratama Jaya Ditemukan di Pantai Gilimanuk, Total 50 Orang Ditemukan

Muhammad Basir • Rabu, 8 Oktober 2025 | 14:25 WIB
KELUARGA KORBAN : Sejumlah saudara dan kerabat Mukhamad Syakur, saat ditemui depan kamar mayat RSU Negara. (M.Basir/Radar Bali)
KELUARGA KORBAN : Sejumlah saudara dan kerabat Mukhamad Syakur, saat ditemui depan kamar mayat RSU Negara. (M.Basir/Radar Bali)

 

NEGARA, Radar Bali.id- Setelah menghilang selama tiga bulan, seorang penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang tenggelam pada Juli lalu, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Mayat tersebut ditemukan oleh nelayan di pesisir Pantai Lingkungan Penginuman, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya pada Senin (6/10/2025).

Korban dipastikan bernama Mukhamad Syakur.37, asal Desa Krapyakrejo, Pasuruan, Jawa Timur. Penemuan ini sempat menggegerkan warga setempat.

Identitas Dikuatkan Ciri Fisik dan Barang Pribadi

Identitas korban dikonfirmasi setelah petugas menemukan kartu identitas (KTP dan SIM), serta STNK atas nama Mukhamad Syakur di dalam tas pinggang mayat. Identitas tersebut identik dengan salah satu penumpang kapal yang dinyatakan hilang. Mukhamad Syakur diketahui berlayar bersama rekannya, Mukhlason, untuk mengirim barang mebel ke Bali menggunakan mobil pikap bernomor polisi DK 8318 FO.

Meskipun nama Mukhamad Syakur tidak tercatat secara persis dalam manifes penumpang KMP Tunu Pratama Jaya—yang hanya mencantumkan nama Sakur—pihak keluarga meyakini 100 persen bahwa jenazah yang ditemukan adalah Mukhamad Syakur.

Siti Sakheya (27), adik kandung korban, ditemui di kamar mayat RSU Negara mengungkapkan keyakinannya. "Yakin saya itu kakak saya," ujarnya.

Keyakinan tersebut didasarkan pada barang pribadi dan ciri fisik yang melekat, termasuk kecocokan pakaian dengan rekaman CCTV saat korban berangkat. Ciri fisik yang paling meyakinkan adalah adanya bibir sumbing pada korban.

"Almarhum ini waktu kecil ada sumbingnya. Jadi pada gigi tidak rata," tegas Muhammad Hasan, kerabat korban. Hasan juga telah mendapat surat pernyataan dari perusahaan KMP Tunu Pratama Jaya yang menguatkan bahwa nama "Sakur" dalam manifes adalah Mukhamad Syakur.

Ditemukan Jelang Ulang Tahun ke-37

Fakta emosional lain adalah penemuan jenazah ini berjarak hanya enam hari menjelang ulang tahun korban yang ke-37, pada 12 Oktober 1988. Tanggal 12 Oktober tersebut juga bertepatan dengan 100 hari hilangnya korban sejak kapal tenggelam.

Sebelumnya, rekan Syakur, Mukhlason, telah ditemukan meninggal dunia lebih dulu di perairan Desa Pengambengan sekitar tujuh hari setelah musibah kapal tenggelam pada 2 Juli lalu.

Muhammad Hasan menambahkan, meskipun istri korban, Maryam, sempat yakin suaminya akan kembali hidup, penemuan jenazah setelah tiga bulan ini mengakhiri penantian keluarga.

Setelah seluruh proses identifikasi dan administrasi selesai, pihak keluarga segera membawa jenazah Mukhamad Syakur pulang ke kampung halaman di Pasuruan, Jawa Timur. "Hari ini langsung dibawa pulang," tandas Hasan.

Total Korban Ditemukan Capai 50 Orang

Musibah tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya menelan total 65 korban (penumpang dan ABK). Dengan penemuan jenazah Mukhamad Syakur, total korban yang berhasil ditemukan bertambah menjadi 50 orang. Rinciannya, 30 orang ditemukan selamat, 20 orang meninggal dunia, dan 15 orang masih dinyatakan hilang.[*]

Editor : Hari Puspita
#Tunu Pratama Jaya #gilimanuk #kapal tenggelam #korban kapal tenggelam