NEGARA, radarbali.jawapos.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah mulai terasa manfaatnya bagi banyak pihak.
Tak hanya bagi siswa, para orang tua hingga pihak sekolah pun mengaku terbantu. Meski begitu, pelaksanaan program ini di Jembrana belum sepenuhnya rampung.
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga I Gusti Putu Anom Saputra mengatakan, jumlah SPPG di Jembrana saat ini yang beroperasi sebanyak 17 SPPG yah melayani antara 2.000 - 3.400 penerima.
Sehingga total sekitar 54.785 penerima, sebagian besar siswa TK hingga SMA. ”Sebagian besar siswa sudah menerima manfaat makan gratis ini,” ujarnya.
Dengan jumlah siswa di Jembrana sekitar 58 ribu, maka tersisa sekitar 4.000 siswa lagi belum mendapatkan makan bergizi gratis. Agar seluruh siswa di Jembrana bisa mendapatkan makan gratis, membutuhkan sekitar 21 SPPG lagi.
Sementara itu, para siswa justru menjadi pihak yang paling senang. Seperti yang dirasakan sejumlah siswa SMPN 1 Negara. Mereka mengaku kini bisa menabung lebih banyak karena tak perlu jajan makanan berat di kantin.
Misalnya, bawa uang bakal untuk jajan Rp 10 ribu, sekarang cukup Rp 5 ribu karena makan siang sudah disiapkan. Menunya juga enak, kadang ayam, ikan, ada sayurnya juga.
Begitu juga orang tua siswa yang tidak perlu lagi repot menyiapkan bekal untuk anaknya. Orang tua pun merasa terbantu.
Seperti diungkapkan Dwi, warga Desa Tegal Badeng, mengaku kini tidak perlu repot bangun lebih pagi untuk menyiapkan bekal anaknya yang masih TK.
”Sebelumnya tiap pagi masak nasi dan lauk buat bekal, sekarang lebih tenang. Uang jajan juga berkurang, anak jadi makan makanan bergizi di sekolah,” ungkapnya.
Mengenai kasus keracunan yang terjadi di beberapa daerah, membuat orang tua juga wawas. Dikhawatirkan makanan yang diberikan justru membahayakan, sehingga berharap SPPG lebih ketat dalam pengawas kualitas makanan yang diberikan.
Editor : Rosihan Anwar