Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Nelayan Pengambengan Minta Jembatan Kolam Labuh Segera Diperbaiki, Begini Kondisinya

Muhammad Basir • Rabu, 5 November 2025 | 15:35 WIB
SUDAH RUSAK : Jembatan di pinggir kolam labuh PPN Pengambengan berlubang dan mengganggu aktivitas nelayan. (M.Basir/Radar Bali)
SUDAH RUSAK : Jembatan di pinggir kolam labuh PPN Pengambengan berlubang dan mengganggu aktivitas nelayan. (M.Basir/Radar Bali)

 

JEMBRANA , RadarBali.id– Para nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Jembrana, mendesak perbaikan mendesak pada jembatan di areal kolam labuh yang kondisinya kian memprihatinkan.

Jembatan yang rusak parah dan berlubang tersebut saat ini menjadi penghambat serius bagi aktivitas harian nelayan, terutama dalam proses pengangkutan logistik.

Permintaan ini disampaikan nelayan dalam forum Sosialisasi Proyek Integrated Fishing Port and International Fish Market (IFP-IFM) PPN Pengambengan, Selasa (4/11/2025). Meskipun mendukung penuh proyek strategis nasional (PSN) pengembangan pelabuhan bertaraf internasional, nelayan meminta fasilitas yang ada saat ini harus tetap layak fungsi.

"Jembatan kami mohon agar segera diperbaiki," kata Ketut Sumajaya, salah satu nelayan Pengambengan.

Akses Vital Terhambat, Kapal Sulit Masuk

Jembatan di pinggiran kolam labuh merupakan akses vital bagi nelayan untuk membawa perlengkapan, termasuk es balok yang diangkut menggunakan mobil menuju perahu. Akibat kerusakan, mobilitas pengangkutan es dan perbekalan lainnya menjadi sangat terganggu.

Selain masalah jembatan, sedimentasi kolam labuh juga menjadi keluhan utama. Pendangkalan menyebabkan perahu-perahu besar terpaksa berhenti di luar kolam labuh dan harus memindahkan hasil tangkapan menggunakan perahu kecil untuk bisa masuk ke pelabuhan. Nelayan berharap pengerukan kolam labuh segera direalisasikan.

Respons  PPN: Perbaikan Bertahap dan Pembatasan Muatan

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala PPN Pengambengan, Kartono, menyatakan pihaknya telah mengupayakan perbaikan. Khusus untuk jembatan, ia menyebut kendaraan yang membawa perlengkapan di bawah 3 ton masih bisa melintas.

"Kami sudah memasang rambu agar tidak dilintasi dengan kendaraan yang cukup berat," jelas Kartono.

Kartono mengakui perbaikan jembatan secara menyeluruh membutuhkan waktu dan anggaran besar. Sementara itu, solusi yang diterapkan adalah membatasi aktivitas kendaraan berat yang melintasi jembatan tersebut.

Terkait pendangkalan, PPN Pengambengan sudah mengambil langkah progresif. Pihaknya sedang dalam proses pembelian peralatan khusus untuk mengeruk pasir dan sedimen yang menyebabkan pendangkalan.

Dukungan Nelayan Disertai Syarat

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jembrana, I Made Widanayasa, yang menjadi inisiator pertemuan, menyampaikan bahwa aspirasi ini penting untuk segera ditindaklanjuti.

"Pada prinsipnya nelayan mendukung proyek pengembangan PPN Pengambengan, tapi juga harus perbaiki kondisi PPN yang sekarang," tegas Widanayasa.

Dengan target lelang proyek IFP-IFM selesai Desember ini dan pengerjaan dimulai Januari mendatang, HNSI berharap masalah-masalah struktural yang menghambat aktivitas nelayan saat ini dapat segera teratasi, baik sebelum atau bersamaan dengan dimulainya proyek strategis tersebut.[*]

Editor : Hari Puspita
#jembrana #fasilitas umum #kolam labuh #Nelayan Pengambengan