NEGARA, Radar Bali.id – Memasuki musim hujan, potensi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Jembrana dinyatakan meningkat drastis. Menyikapi hal ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana bersama Polres dan instansi terkait menggelar apel siaga darurat, menyiagakan total 481 personel gabungan untuk meminimalisir korban.
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengungkapkan usai apel di GOR Kresna Jvara, Rabu (5/11/2025), bahwa potensi bencana paling tinggi di Jembrana adalah banjir.
Hal ini didorong oleh curah hujan yang ekstrem, sedimentasi sungai, serta masalah drainase yang tidak optimal akibat sampah atau ukurannya yang terlalu kecil—seperti yang terjadi pada September lalu.
Selain banjir, potensi tanah longsor, pohon tumbang, dan gelombang tinggi di wilayah pesisir juga menjadi perhatian utama.
Kesiapan Dapur Umum dan Kekurangan Krusial
Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, yang memimpin apel, memastikan ratusan personel dan peralatan SAR darat maupun laut telah diperiksa.
Logistik pendukung, termasuk mobil dapur lapangan dengan total kapasitas mencapai 2.800 porsi dari Polres, Brimob Batalyon Gilimanuk, dan Dinas Sosial, juga telah disiapkan.
Namun, Kapolres secara jujur mengakui adanya kekurangan peralatan krusial:"Kita masih kekurangan perahu karet, karena banjirnya terjadi hampir di seluruh titik di wilayah Jembrana. Namun, kekurangan tersebut akan diatasi melalui koordinasi intensif antar instansi," tegas AKBP Kadek Citra Dewi.
Mitigasi Dini dan Sosialisasi ke Masyarakat
Di sisi lain, Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, menekankan pentingnya mitigasi bencana yang harus didahului dengan sosialisasi dan peringatan dini kepada masyarakat.
"Pendataan wilayah rawan bencana terus dilakukan untuk memastikan evakuasi dapat dilakukan lebih awal. Peringatan dini ini akan terus kita kembangkan lagi, sehingga bisa meminimalisir korban bencana," tandas Wakil Bupati, menggarisbawahi upaya pencegahan dini sebagai kunci keselamatan di tengah musim hujan.[*]
Editor : Hari Puspita