Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dihajar Ombak Besar, Rumah Warga Pebuahan, Jembrana, Rusak Total

Muhammad Basir • Senin, 10 November 2025 | 15:42 WIB
DIHANTAM OMBAK : Kondisi rumah yang rusak parah karena ombak dan abrasi beberapa hari terakhir ini. (M.Basir/Radar Bali)
DIHANTAM OMBAK : Kondisi rumah yang rusak parah karena ombak dan abrasi beberapa hari terakhir ini. (M.Basir/Radar Bali)

 

JEMBRANA, Radar Bali.id – Dampak gelombang tinggi yang terjadi berturut-turut dalam beberapa hari terakhir memperparah kerusakan permukiman warga di pesisir Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru.

Sejumlah rumah dilaporkan sudah ditinggalkan pemiliknya karena rusak parah, bahkan ada yang nyaris rata dengan tanah akibat abrasi yang kian tak terkendali.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengakui kondisi abrasi di Pebuahan semakin kritis, terutama saat fase bulan purnama dan tilem (bulan mati) di mana gelombang laut meningkat drastis.

“Memang abrasi di Pantai Pebuahan semakin parah. Rumah-rumah warga bertahap rusak dan habis tergerus air laut,” ujar Agus Artana Putra.

Penyebab Kerusakan: Proyek Senderan Tak Tuntas

Menurut BPBD, kondisi abrasi yang sangat parah ini disebabkan oleh pembangunan senderan pengaman pantai yang tidak tuntas (setengah-setengah).

Gelombang laut yang sebelumnya terpecah kini terfokus menghantam daratan dan rumah-rumah warga yang berada di sebelah barat dari titik senderan yang sudah dibangun.

“Kalau cuma dibangun senderan separuh, memang dampaknya pada yang lain semakin parah abrasinya,” jelasnya, menggarisbawahi dampak fatal dari proyek yang belum selesai tersebut.

Daratan Berubah, BPBD Imbau Warga Segera Mengungsi

BPBD Jembrana menyatakan terus melakukan pemantauan rutin di Pebuahan karena wilayah tersebut menjadi daerah dengan dampak abrasi paling parah. Hasil pemantauan menunjukkan perubahan drastis pada daratan dari minggu ke minggu.

Melihat kondisi yang berbahaya ini, BPBD mengimbau masyarakat yang masih bertahan di rumah rawan abrasi untuk segera pindah ke tempat yang lebih aman.

“Sebagian penghuni rumah yang ada di Pebuahan sudah pindah, tapi masih ada juga yang bertahan karena belum memiliki tempat tinggal baru,” ungkap Agus.

Selain itu, BPBD juga mengingatkan warga Jembrana untuk waspada terhadap dampak intensitas hujan deras disertai angin kencang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, meski dilaporkan belum ada dampak signifikan yang terjadi.[*]

Editor : Hari Puspita
#abrasi #jembrana #ombak besar #pebuahan