Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sudah Tujuh Hari Hasilnya Nihil, akhirnya Pencarian Satu Korban Hilang Terseret Arus Sungai Bilukpoh Dihentikan

Muhammad Basir • Rabu, 19 November 2025 | 13:15 WIB
NIHIL: Pencarian korban hilang terseret arus Sungai Bilukpoh, Jembrana akhirnya dihentikan. (foto: dok SAR Jembrana)
NIHIL: Pencarian korban hilang terseret arus Sungai Bilukpoh, Jembrana akhirnya dihentikan. (foto: dok SAR Jembrana)

 

NEGARA, Radar Bali.id – Operasi pencarian terhadap satu korban hanyut akibat terseret arus Sungai Bilukpoh, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, dihentikan pada hari ketujuh, Selasa (18/11/2025).

Korban atas nama Abdurrahman Agus,57, asal Jombang, Jawa Timur, dinyatakan belum ditemukan.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jembrana, Dewa Putu Hendri Gunawan, menegaskan bahwa penghentian operasi ini sesuai dengan prosedur Basarnas.

"Sesuai ketentuan, Basarnas menetapkan batas operasi maksimal tujuh hari sejak laporan diterima. Operasi pencarian pekerja yang hanyut dihentikan," tegas Dewa Hendri, Selasa (18/11/2025).

Pada hari terakhir pencarian, Tim SAR gabungan kembali menyisir sepanjang daerah aliran sungai Bilukpoh, area pesisir pantai, dan meminta bantuan nelayan untuk memantau.

Status Diubah Menjadi Monitoring Pasif

Meskipun operasi resmi dihentikan, Dewa Hendri menjelaskan bahwa pencarian tidak serta merta berhenti total.

"Status biasanya diubah menjadi monitoring, yakni pengawasan pasif oleh unsur SAR, nelayan, dan masyarakat pesisir. Jika ditemukan indikasi baru, operasi dapat kembali diaktifkan," tambahnya.

Gegara Mandi Usai Kerja, Diterjang Banjir Bandang

Peristiwa nahas ini terjadi pada Rabu sore (12/11/2025) sekitar pukul 16.00 Wita, saat kondisi cuaca sedang hujan.

Dua korban, Syahrudy Rizqy Tampubolon,46, dan Abdurrahman Agus,57, yang merupakan pekerja proyek rehabilitasi Bendung Telepus, Desa Penyaringan, sedang mandi di sungai usai bekerja.

Sekitar 15 Menit Kemudian, tiba-tiba air besar (banjir bandang) datang dari hulu sungai. Besarnya arus membuat kedua korban tidak sempat menyelamatkan diri dan langsung terseret.

Seorang rekan kerja, Abdul Rozak Agus Maulana, berteriak minta tolong. Dua pekerja lain, Beni Trisnawardi dan Moch Riski Nanda Saputra,22, bergegas memberikan pertolongan. Apesnya, Moch Riski Nanda Saputra justru ikut terseret arus sungai. Ia kemudian berhasil diselamatkan dan dilarikan ke Puskesmas 1 Mendoyo.

Setelah dilakukan pencarian, korban Syahrudy Rizqy Tampubolon, asal Kota Surabaya, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pantai wilayah Desa Delod Berawah. Sementara Abdurrahman Agus belum ditemukan.[*]

Editor : Hari Puspita
#orang hanyut #jembrana #terseret arus sungai #orang hilang #tukad bilukpoh