NEGARA, Radar Bali.id – Kasus kecelakaan lalu lintas kembali melibatkan pelajar di Jembrana. Seorang siswi SMP berinisial NKA,15, diduga menjadi penyebab tabrakan di Jalan Denpasar - Gilimanuk, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, pada Senin (17/11/2025) lalu.
Insiden ini menyebabkan pengendara motor lain, Dian Nofitasari, mengalami luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Lalai Saat Berbelok ke Kanan
Berdasarkan hasil penyelidikan Satlantas Polres Jembrana, kecelakaan bermula ketika motor DK 5316 ZC yang dikendarai NKA bergerak dari arah timur menuju barat. Saat mendekati simpang empat Jalan Denpasar - Gilimanuk, siswi SMP tersebut berbelok ke kanan.
Namun, saat berbelok, NKA diduga tidak memperhatikan kendaraan dari arah berlawanan, menyebabkan tabrakan tak terhindarkan dengan motor DK 2251 ZB yang dikendarai oleh Dian Nofitasari.
Akibat tabrakan keras itu, korban Dian mengalami luka cukup parah, termasuk luka robek pada bibir bagian atas, luka robek pada pelipis kanan, serta lebam pada pipi dan dagu. Sementara NKA dilaporkan tidak mengalami cedera.
Perhatian Serius: Maraknya Kecelakaan Libatkan Pelajar
Kasus ini menjadi sorotan serius bagi Satlantas Polres Jembrana, mengingat tingginya angka kecelakaan yang melibatkan anak di bawah umur di wilayah hukum mereka.
“Kami sudah melaksanakan safety riding yang bertujuan mengedukasi anak di bawah umur agar tidak mengendarai kendaraan sebelum mempunyai SIM,” jelas perwakilan Satlantas.
Untuk menekan angka kecelakaan, Satlantas Polres Jembrana kini gencar melakukan berbagai upaya sosialisasi yang disesuaikan dengan segmen dan usia, diantaranya:
- Lomba Konten Edukasi: Membuat lomba konten edukasi tertib berlalulintas, memanfaatkan media sosial untuk menjangkau kalangan pelajar dan pemuda.
- Police Goes to School: Melaksanakan program ini setiap seminggu sekali, di mana petugas turun langsung ke sekolah-sekolah.
“Kami tidak hanya mengingatkan, tetapi mengajak siswa memahami risiko. Banyak kecelakaan melibatkan anak di bawah umur,” tegasnya.
Melalui program Police Goes to School, edukasi keselamatan berlalu lintas tidak lagi menjadi penyuluhan satu arah. Siswa diajak berdiskusi dan diperlihatkan langsung contoh kasus kecelakaan yang pernah terjadi di Jembrana, bahkan yang melibatkan rekan pelajar mereka sendiri.[*]
Editor : Hari Puspita