Zaman sudah berubah. Sentra Tenun dan pusat oleh-oleh khas Jembrana, mengalami penurunan kunjungan drastis. Kini, bangunan megah yang dibangun tahun 2022 lalu, minim pendapatan sedangkan biaya operasional cukup tinggi.
PENGUNJUNG tak seramai dulu lagi. Karena kunjungan yanng minim, Sentra Tenun Jembrana yang pernah dikunjungi Presiden ke- 7 Joko Widodo, seperti bangunan kosong yang tidak beroperasi.
Padahal bangunan berada di lokasi strategis tengah Kota Negara di Jalan Denpasar - Gilimanuk.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerprin) Jembrana I Ketut Armita mengatakan, Sentra Tenun dan Pusat Oleh-oleh Jembrana hingga saat ini dipastikan masih beroperasi normal.
”Operasional Sentra Tenun Jembrana tetap berjalan seperti diawal pembukaan,” tegasnya.
Hanya saja, memang ada perubahan dalam pengelolaan dan operasional. Jam operasionalnya berubah berkurang dari sebelumnya, dari yang semula 12 jam dari jam 07.30 Wita sampai 20.00 Wita, sekarang hanya 8 jam menjadi jam 09.00 Wita hingga 17.00 Wita. ”Buka tetap setiap hari, seperti sebelumnya. Hanya jam buka dikurangi,” terangnya.
Pengurangan jam operasional ini, dampak dari efisiensi anggaran di semua sektor yang mengakibatkan harus melakukan pengurangan tenaga kerja. Karena itu, tingkat kunjungan yang tidak sebanyak sebelumnya.
Karena jam operasional dikurangi, sebagai ganti pengurangan jam operasional Sentra Tenun. Promosi dan penjualan menggunakan secara daring melalui media sosial dan situs Einstein Sentra Tenun.
”Kami melakukan inovasi penjualan secara online melalui sosial media dan website yang dimiliki sentra tenun dan promosi secara live juga dilakukan setiap hari,” jelasnya.
Karena kunjungan yang minim, pejabat yang juga Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat ini mengakui adanya pengurangan penjualan dan pendapatan hingga 55 persen pada tahun 2025 ini dibandingkan tahun sebelumnya.
Sampai dengan akhir Oktober 2025 omzet di Sentra Tenun baru mencapai Rp 258.708.800. Dibandingkan dengan tahun 2024 dari Januari- Desember, omzet di Sentra Tenun mencapai Rp 588.588.150,
Sementara mengenai pengelolaan, selain Disnakerprin yang bertanggungjawab, untuk tempat penjualan produk IKM di Lantai 2 masih dikerjasamakan dengan Koperasi Tenun Yastiti Rupa dan Koperasi UMKM Mitra Jembrana.
”Kami masih upayakan agar kunjungan dan pendapatan meningkat,” jelasnya. [*]
Editor : Hari Puspita