Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Wow! Usai Hujan Lebat, Muncul Tiga Ton Limbah Kotori Pantai Sumbersari Jembrana

Muhammad Basir • Jumat, 28 November 2025 | 13:05 WIB
BERSIH-BERSIH PANTAI: Acara gotong royong bersihkan sampah di Pantai Sumbersari . (foto:dok.Subanda)
BERSIH-BERSIH PANTAI: Acara gotong royong bersihkan sampah di Pantai Sumbersari . (foto:dok.Subanda)

 

NEGARA, Radar Bali.id – Memasuki puncak musim hujan, kawasan pesisir Jembrana mulai dipenuhi kiriman sampah laut. Kondisi terparah terlihat di Pantai Sumbersari, Desa Melaya, Kecamatan Melaya, yang diselimuti tumpukan limbah.

Merespons kondisi ini, warga setempat bersama instansi terkait dan pelajar menggelar aksi gotong royong masif pada Kamis (27/11/2025).

Dalam aksi yang berlangsung sekitar dua jam tersebut, total tiga ton sampah organik dan anorganik berhasil diangkut dari sepanjang pesisir Pantai Sumbersari.

Inisiatif Lintas Sektor Bersihkan Pantai

Camat Melaya, I Putu Gde Oka Santhika, menjelaskan bahwa inisiatif pembersihan ini muncul setelah melihat volume sampah yang terdampar sangat banyak, terdiri dari material organik maupun anorganik.

”Kami kemudian koordinasi dengan lintas instansi di kecamatan untuk gotong royong. Dan beberapa sekolah juga terlibat,” jelas Santhika.

Meskipun sumber pasti sampah tidak diketahui—apakah terbawa hanyut aliran sungai di Jembrana atau berasal dari pulau seberang—jelas bahwa tumpukan ini merupakan campuran dampak alam dan ulah manusia.

Tiga  Ton Sampah Diangkut: Plastik Mendominasi

Bendesa Adat Sumbersari, I Ketut Subanda, merinci bahwa dari tiga ton sampah yang terkumpul, sekitar satu ton adalah sampah anorganik dan dua ton sisanya adalah sampah organik (seperti ranting dan batang pohon).

Sampah anorganik yang dominan adalah sampah plastik, seperti bekas bungkus makanan dan botol minuman plastik.

Subanda menambahkan, awalnya sampah plastik tersebut direncanakan untuk diolah oleh Desa Adat Sumbersari. Namun, karena kondisinya terlalu kotor dan bercampur dengan pasir, semua limbah tersebut akhirnya dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Peh.

Aksi ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat Jembrana untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama saat musim hujan, demi mencegah volume sampah serupa kembali terulang di kawasan pantai.[*]

Editor : Hari Puspita
#gotong royong #sampah laut #sampah pantai #pantai jembrana #musim hujan #sampah kiriman