Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Transfer Pusat ke Daerah Mengecil, Bupati Kembang: Efisiensi Tak Sentuh Program Pemkab Jembrana untuk Adat dan Agama

Muhammad Basir • Jumat, 28 November 2025 | 22:30 WIB
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan. (Humas Pemkab Jembrana)
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan. (Humas Pemkab Jembrana)

NEGARA, radarbali.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten Jembrana harus mengencangkan ikat pinggang, karena kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.

Sejumlah program dan kegiatan ditiadakan, tetapi tidak mengorbankan program-program penting untuk masyarakat. Terutama program yang berkaitan dengan adat, agama, dan tradisi tetap dipertahankan.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan. Menurutnya, dengan berkurangnya transfer pusat ke daerah dan dengan pendapatan asli daerah (PAD) yang kecil, tetap memprioritaskan program yang adat, agama, budaya, tradisi.

”Untuk adat, agama, dan tradisi, semua program pada intinya tidak ada yang hilang. Kami tidak mengurangi program yang sudah berjalan, hanya beberapa yang kami ganti tetapi dengan sasaran yang sama, hanya saja dari sisi volume dan anggaran berkurang” ujarnya.

Menurutnya, langkah efisiensi lebih banyak dilakukan di internal pemerintah daerah dan sekretariat.

Sejumlah belanja yang dianggap tidak prioritas dihilangkan agar program unggulan yang bermanfaat bagi masyarakat tetap dapat dilanjutkan.

“Kami benar-benar mengencangkan ikat pinggang, tetapi ke dalam dulu. Setelah saya lihat, ada dana pengawalan untuk pimpinan, itu saya nolkan karena tidak perlu lagi.

Perjalanan dinas ke luar negeri yang biasanya satu kali setahun, tahun depan saya nolkan. Perjalanan dalam negeri pun saya kurangi setengah,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa efisiensi harus dimulai dari pimpinan agar tidak mengorbankan program-program penting untuk masyarakat.

“Kita tetap berkontribusi pada adat, agama, dan tradisi, meskipun tidak besar yang penting programnya tidak hilang,” tambahnya. 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Rosihan Anwar
#efisiensi anggaran #APBD Jembrana 2026 #Bupati jembrana i Made Kembang Hartawan