NEGARA, radarbali.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten Jembrana harus mengencangkan ikat pinggang, karena kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.
Sejumlah program dan kegiatan ditiadakan, tetapi tidak mengorbankan program-program penting untuk masyarakat. Terutama program yang berkaitan dengan adat, agama, dan tradisi tetap dipertahankan.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan. Menurutnya, dengan berkurangnya transfer pusat ke daerah dan dengan pendapatan asli daerah (PAD) yang kecil, tetap memprioritaskan program yang adat, agama, budaya, tradisi.
”Untuk adat, agama, dan tradisi, semua program pada intinya tidak ada yang hilang. Kami tidak mengurangi program yang sudah berjalan, hanya beberapa yang kami ganti tetapi dengan sasaran yang sama, hanya saja dari sisi volume dan anggaran berkurang” ujarnya.
Menurutnya, langkah efisiensi lebih banyak dilakukan di internal pemerintah daerah dan sekretariat.
Sejumlah belanja yang dianggap tidak prioritas dihilangkan agar program unggulan yang bermanfaat bagi masyarakat tetap dapat dilanjutkan.
“Kami benar-benar mengencangkan ikat pinggang, tetapi ke dalam dulu. Setelah saya lihat, ada dana pengawalan untuk pimpinan, itu saya nolkan karena tidak perlu lagi.
Perjalanan dinas ke luar negeri yang biasanya satu kali setahun, tahun depan saya nolkan. Perjalanan dalam negeri pun saya kurangi setengah,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa efisiensi harus dimulai dari pimpinan agar tidak mengorbankan program-program penting untuk masyarakat.
“Kita tetap berkontribusi pada adat, agama, dan tradisi, meskipun tidak besar yang penting programnya tidak hilang,” tambahnya.
Editor : Rosihan Anwar