JEMBRANA, Radar Bali.id - Proyek perbaikan senderan Pantai Pebuahan di Desa Banyubiru, Jembrana, akhirnya rampung tepat waktu, menjelang berakhirnya masa pemeliharaan di bulan Desember ini.
Sebelumnya, penyelesaian perbaikan ini sempat dikhawatirkan molor karena pengerjaan yang dimulai sejak Juli lalu kerap terhenti akibat kekurangan material.
Senderan atau revetment pantai yang dibangun pada tahun 2024 dengan anggaran sekitar Rp 18 miliar ini mengalami kerusakan parah setelah diterjang ombak besar, khususnya pada bagian jogging track dan pondasi luar (armor).
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPRPKP Jembrana, Gede Sugianta, membenarkan bahwa perbaikan kerusakan tersebut, termasuk pada bagian luar armor dan area pejalan kaki, merupakan tanggung jawab kontraktor karena masih dalam masa pemeliharaan.
"Untungnya sudah selesai sebelum masa pemeliharaan berakhir," ungkap Sugianta.
Usulan Lanjutan ke Pusat
Pembangunan pengaman pantai yang telah selesai diperbaiki ini mencakup sepanjang 780 meter. Namun, total area yang mengalami abrasi di Pantai Pebuahan adalah sepanjang 2,1 kilometer.
Sugianta menambahkan bahwa sisa panjang pantai yang belum memiliki pengaman sudah diusulkan kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Pihaknya berharap kelanjutan pembangunan pengamanan pantai dapat direalisasikan pada tahun depan, meskipun hal ini bergantung pada alokasi anggaran dari pusat.[*]
Editor : Hari Puspita