GILIMANUK, Radar Bali.id– Pergerakan penumpang dan kendaraan di Pelabuhan Lintas Ketapang-Gilimanuk mulai menunjukkan tren kenaikan dalam dua hari terakhir menjelang Hari Raya Natal dan libur akhir tahun. Meski mulai padat, kondisi lalu lintas di kedua pelabuhan terpantau masih normal dan belum terjadi antrean panjang di kantong parkir pelabuhan.
Manajer Usaha ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Didi Juliansyah, mengonfirmasi adanya peningkatan arus masuk maupun keluar Pulau Dewata. Berdasarkan data produksi hingga Minggu (21/12), arus masuk ke Bali (dari Ketapang) masih mendominasi dibandingkan arus keluar (ke Ketapang).
"Meskipun ada peningkatan volume kendaraan, situasi secara keseluruhan masih berjalan normal dan lancar," ujar Didi, Senin (22/12/2025).
Data Penyeberangan (Minggu, 21 Desember):
- Masuk ke Bali (Ketapang ke Gilimanuk): Tercatat sebanyak 26.831 orang dan total 7.617 unit kendaraan (terdiri dari 2.199 roda dua, 2.690 roda empat, 317 bus, serta 2.411 truk).
- Keluar Bali (Gilimanuk ke Ketapang): Tercatat sebanyak 22.145 orang dan total 6.167 unit kendaraan (terdiri dari 1.897 roda dua, 2.060 roda empat, 308 bus, serta 2.411 truk).
Waspada Puncak Arus Selasa Malam
Pihak ASDP memprediksi lonjakan signifikan akan terjadi mulai Selasa (23/12). "Perkiraan kami, Selasa besok malam akan menjadi puncak penyeberangan kendaraan jelang Natal," ungkap Didi.
Mengingat libur Natal yang berdekatan dengan momen Tahun Baru, arus kendaraan diperkirakan akan tetap tinggi secara berkelanjutan.
Skema Antisipasi: 54 Kapal dan Buffer Zone
Guna mencegah terjadinya penumpukan kendaraan di area pelabuhan, ASDP telah menyiapkan langkah-langkah strategis, di antaranya:
Optimalisasi Armada
Sebanyak 54 unit kapal disiapkan untuk beroperasi secara maksimal melayani pengguna jasa penyeberangan.
Penyediaan Buffer Zone: Untuk mengantisipasi lonjakan arus balik di Pelabuhan Gilimanuk, area Parkir Kargo akan difungsikan sebagai buffer zone.
Sentralisasi Tiket: Buffer zone tersebut juga akan digunakan sebagai tempat pembelian tiket resmi agar calon penumpang tidak membeli tiket secara sembarangan di pinggir jalan, sekaligus berfungsi sebagai lokasi penyekatan kendaraan jika terjadi antrean.
Masyarakat yang berencana menyeberang diimbau untuk menyiapkan tiket melalui aplikasi daring jauh-jauh hari guna memperlancar proses di gerbang pelabuhan. [*]
Editor : Hari Puspita