NEGARA, RadarBali.id– Jembatan penghubung Banjar Munduk Ranti (Desa Tukadaya) dan Banjar Pebuahan (Desa Banyubiru) kini dalam kondisi memprihatinkan. Sejak dihantam banjir bandang pada tahun 2022 lalu, infrastruktur vital ini tak kunjung mendapat perbaikan permanen hingga memasuki "ulang tahun" ketiganya.
Kerusakan yang awalnya hanya berupa penggerusan pondasi sepanjang satu meter, kini meluas hingga mencapai hampir 10 meter. Hal ini mengakibatkan bentang jembatan miring dan sangat membahayakan keselamatan warga yang melintas.
Kepala Dinas PUPRPKP Jembrana, I Wayan Sudiarta, mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran menjadi kendala utama tertundanya perbaikan. Namun, pemerintah daerah telah memasukkan proyek ini ke dalam program prioritas tahun anggaran 2026.
"Perbaikan sudah direncanakan dan kami telah mengusulkan anggarannya melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali untuk tahun 2026 mendatang," jelas Sudiarta. Meski telah diusulkan sejak 2023, warga diharapkan bersabar lebih lama menunggu kucuran dana dari pemerintah provinsi agar akses antar-desa ini dapat kembali normal.[*]
Editor : Hari Puspita