NEGARA, RadarBali.id – Setahun pasca kebijakan regrouping pada awal Januari 2025, bangunan SDN Blimbingsari kini tampak memprihatinkan. Sekolah yang dulu menjadi pusat pendidikan di Desa Blimbingsari itu kini terbengkalai dengan kondisi atap plafon yang mulai ambruk dan halaman yang rimbun oleh semak belukar.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Desa Blimbingsari berencana mengajukan permohonan pinjam pakai aset kepada Pemkab Jembrana. Rencananya, gedung kosong itu akan difungsikan sebagai Gerai Koperasi Desa Merah Putih.
“Kami memang berencana meminjam gedung itu untuk koperasi desa, karena saat ini desa tidak memiliki aset lahan selain lapangan,” ujar Perbekel Blimbingsari, I Made John Ronny.
Namun, rencana tersebut masih menunggu kepastian. Pasalnya, beredar kabar bahwa Pemkab Jembrana berencana menggunakan eks gedung SDN tersebut sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sebagai catatan, SDN Blimbingsari resmi ditutup awal tahun lalu akibat krisis siswa. Di akhir masa operasionalnya, sekolah ini hanya memiliki total 11 orang siswa untuk empat kelas, yang akhirnya dipindahkan ke SDN 7 Melaya.[*]
Editor : Hari Puspita