Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Terkurung Aliran Sungai "U", Belasan Rumah di Pebuahan Langganan Banjir hingga Satu Meter

Muhammad Basir • Kamis, 8 Januari 2026 | 09:14 WIB
MENGALAMI PENDANGKALAN: Kondisi Tukadaya yang membuat waswas  warga Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Jembrana.(M.Basir)
MENGALAMI PENDANGKALAN: Kondisi Tukadaya yang membuat waswas warga Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Jembrana.(M.Basir)

 

NEGARA, Radar Bali.id – Sedimentasi parah di Sungai Tukadaya kembali mengancam warga Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Jembrana.

 Sebanyak 15 kepala keluarga yang bermukim di belakang Masjid Muhajirin kini waswas, lantaran permukiman mereka menjadi langganan banjir hingga ketinggian satu meter setiap kali hujan deras mengguyur.

Kondisi geografis pemukiman yang berada tepat di lekukan sungai berbentuk huruf "U" menjadi faktor utama. Aliran sungai yang berkelok tajam ditambah pendangkalan hebat membuat air dari hulu kerap meluap dan menerobos masuk ke rumah warga.

Baca Juga: Kerusakan Jembatan di Tukadaya Semakin Parah Akibat Banjir, Diperkirakan Rugi Rp6,5 Miliar

"Masalah ini sudah terjadi bertahun-tahun. Meski sudah ada tanggul, air tetap meluap karena sungai sudah sangat dangkal. Solusi satu-satunya hanya pengerukan," tegas Klian Banjar Pebuahan, Kanzan, Rabu (7/1/2026).

Baca Juga: Suasana Sepi, Kantor Bumdes Tukadaya, Jembrana, Dibobol Maling

Pihak banjar dan pemerintah desa mengaku sudah berulangkali mengusulkan bantuan alat berat kepada pemerintah daerah untuk melakukan pengerukan darurat, namun hingga kini upaya tersebut belum membuahkan hasil. Upaya pengerukan sungai untuk mencegah pendangkalan tidak dilakukan.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata sebelum puncak musim hujan tiba. Tanpa adanya normalisasi atau pengerukan sungai Tukadaya, pemukiman di sepanjang jalur Denpasar-Gilimanuk ini dipastikan akan terus terendam banjir yang melumpuhkan aktivitas warga.[*]

Editor : Hari Puspita
#sedimentasi #Tukadaya #pendangkalan sungai #bahaya banjir #jembrana #pengerukan