GILIMANUK, RadarBali.id– Arus mudik Lebaran 2026 diprediksi akan mengalami tantangan besar. Pasalnya, puncak arus keluar Bali diperkirakan akan berhimpit dengan perayaan Hari Raya Nyepi pada bulan Maret mendatang.
Kondisi unik ini membuat otoritas pelabuhan dan kepolisian harus bekerja ekstra keras untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.
Manajer Usaha ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Didi Juliansyah, menyatakan pihaknya akan menambah jumlah loket tiket di buffer zone dan menyiapkan kapal berkapasitas besar untuk memperlancar penyeberangan.
"Tahun ini berbeda karena Nyepi dan Idul Fitri hampir bersamaan. Penambahan jalur khusus roda dua menjadi prioritas kami karena volumenya paling dominan," jelas Didi.
Senada dengan ASDP, Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati menekankan pentingnya sinergi antar-instansi. Dalam Rapat Koordinasi Operasi Ketupat 2026, ia mendorong uji coba pengamanan dilakukan paling lambat tiga minggu sebelum hari raya.
"Tantangannya ganda karena beririsan dengan Nyepi. Kami ingin memastikan keamanan dan kenyamanan pemudik sekaligus menjaga kekhusyukan hari raya di Bali," tegasnya.[*]
Editor : Hari Puspita