NEGARA, RadarBali.id – Upaya memutus rantai penularan penyakit kulit berbenjol atau Lumpy Skin Disease (LSD) di Kabupaten Jembrana terus dikebut. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) resmi menyalurkan bantuan 500 vial vaksin darurat untuk membentengi ternak sapi dan kerbau di wilayah tersebut, Sabtu (17/1/2026).
Kabid Keswan-Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, menjelaskan bahwa distribusi vaksin akan difokuskan pada wilayah "sabuk pengaman" atau daerah yang berbatasan langsung dengan lokasi temuan kasus.
"Vaksin akan disuntikkan pada ternak dengan radius sekitar 10 kilometer dari daerah terdampak. Saat ini ada lima desa di satu kecamatan yang sudah terpapar. Daerah sekitarnya kita prioritaskan untuk pencegahan," ujar Sugiarta, Minggu (18/1/2026).
Strategi Isolasi dan Kebersihan Kandang
Dalam kunjungan kerjanya, Direktur Kesehatan Hewan Kementan, Hendra Wibawa, menginstruksikan para peternak untuk proaktif melaporkan gejala benjolan pada kulit ternak. Ia menekankan bahwa LSD sangat cepat menular melalui vektor seperti nyamuk dan lalat.
"Jika ditemukan indikasi sakit, segera lakukan isolasi mandiri. Pisahkan ternak dari kawanan yang sehat. Jaga kebersihan kandang agar tidak lembap, gunakan insektisida, dan batasi lalu lintas ternak yang keluar-masuk," tegas Hendra.
Komitmen Lintas Sektor
Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, mengapresiasi kolaborasi cepat antara pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, percepatan penanganan LSD adalah kunci menjaga stabilitas ekonomi masyarakat peternak di Jembrana.
"Ini adalah kolaborasi luar biasa. Kita berupaya sekuat tenaga agar penyakit LSD ini segera tuntas dan tidak semakin meluas," pungkasnya.[*]
Editor : Hari Puspita