NEGARA, Radar Bali.id– Pemerintah Kabupaten Jembrana resmi menjadwalkan vaksinasi massal Lumpy Skin Disease (LSD) atau cacar sapi mulai hari ini (20/1/2026).
Namun, langkah ini diwarnai kekhawatiran dari para peternak terkait efek samping vaksin pada ternak mereka.
Sebanyak 28 ekor sapi di Jembrana terdeteksi positif LSD, dengan rincian 4 ekor mati dan 5 ekor dipotong. Vaksinasi kini difokuskan pada sapi sehat yang berada di wilayah tertular, khususnya di Kecamatan Melaya dan Negara.
Kekhawatiran Peternak
Banyak peternak ragu menyuntikkan vaksin karena khawatir jika sapi yang sebenarnya sudah terpapar (namun belum bergejala) disuntik, justru akan berakibat fatal. Menanggapi hal ini, Kabid Keswan-Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, menyatakan akan melakukan upaya ekstra.
"Kami akan melakukan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) terlebih dahulu. Pemahaman kepada masyarakat sangat penting agar vaksinasi ini bisa diterima," jelasnya.
Daging Tetap Masih Aman Dikonsumsi
Pemerintah memastikan bahwa LSD bukan penyakit zoonosis (tidak menular ke manusia), sehingga daging sapi yang terpaksa dipotong karena tertular tetap aman untuk dikonsumsi.
Selain vaksinasi, petugas juga terus menggencarkan penyemprotan disinfektan dan pengobatan gratis di kantong-kantong peternakan.[*]
Editor : Hari Puspita