NEGARA, RadarBali.id – Ancaman penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) di Kabupaten Jembrana kian mengkhawatirkan. Sebagai kabupaten pertama di Bali yang mendeteksi kasus ini, Jembrana kini menghadapi krisis vaksin di tengah melonjaknya jumlah ternak yang terpapar.
Hingga saat ini, tercatat 28 ekor sapi dinyatakan positif LSD, sementara 22 ekor lainnya berstatus suspek dan masih menunggu hasil uji laboratorium.
Mirisnya, stok vaksin yang tersedia sangat tidak sebanding dengan populasi sapi di Jembrana yang mencapai 41 ribu ekor.
"Dari bantuan pusat sebanyak 400 dosis, saat ini hanya tersisa 160 dosis. Jika melihat estimasi jumlah sapi, kita masih sangat kekurangan," ujar I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, Kabid Keswan-Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana.
Guna mencegah penularan meluas, pemerintah telah mengambil langkah tegas dengan mengisolasi enam desa/kelurahan yang terjangkit.
Pihak dinas kini berharap janji bantuan 6.000 dosis tambahan dari Kementerian Pertanian bisa segera terealisasi demi menyelamatkan sektor peternakan di Bumi Makepung.[*]
Editor : Hari Puspita