Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Badah! Sebaran LSD Meluas di Jembrana, 43 Ternak Positif, Ini yang Harus Dilakukan Sekarang

Muhammad Basir • Minggu, 25 Januari 2026 | 20:32 WIB

 

Ilustrasi vaksinasi ternak sapi untuk mencegah sebaran wabah LSD di Jembrana. (Distan Jembrana)
Ilustrasi vaksinasi ternak sapi untuk mencegah sebaran wabah LSD di Jembrana. (Distan Jembrana)

NEGARA, RadarBali.id – Penyebaran penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) pada ternak sapi dan kerbau di Kabupaten Jembrana mulai memicu kekhawatiran di kalangan peternak.

Hingga saat ini, virus yang menyebabkan benjolan pada kulit ternak tersebut telah meluas ke empat kecamatan dengan total 43 kasus terkonfirmasi.

Berdasarkan data Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Jembrana, sebaran kasus aktif saat ini mencapai 36 ekor, dengan rincian:

Sementara itu, tercatat 10 ekor sapi suspek LSD telah mati, termasuk 6 ekor di antaranya yang harus menjalani potong paksa. Meski penyakit ini bukan zoonosis (tidak menular ke manusia), dampak ekonominya cukup signifikan karena berpotensi menurunkan harga jual sapi di pasaran.

Kabid Keswan-Kesmavet Dinas Pertanian Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, menegaskan bahwa LSD sebenarnya bisa diobati. "Kami sudah melakukan upaya pengobatan intensif dengan antibiotik, vitamin, serta perawatan kulit. Gejalanya bisa hilang dan kulit kembali kering, namun status sembuh total tetap harus melalui uji lab," jelasnya.

Sugiarta juga menambahkan bahwa langkah pemotongan ternak tertular saat ini ditunda karena terkendala kesepakatan harga dengan peternak. Sebagai gantinya, pemerintah fokus pada pencegahan melalui vaksinasi dan pengetatan biosekuriti.

"Pencegahan paling efektif adalah mengendalikan serangga pembawa virus menggunakan insektisida dan menjaga sanitasi kandang. Bagi peternak yang tidak mampu membeli cairan disinfektan atau insektisida, silakan melapor ke dinas, kami akan fasilitasi," tambahnya.

Terkait vaksin, Jembrana tengah menanti realisasi alokasi 6.000 dosis dari Kementerian Pertanian yang akan dibagi dengan kabupaten lain.[*]

Editor : Hari Puspita
#penyakit menular #distan jembrana #LSD #vaksinasi ternak sapi #wabah penyakit ternak