NEGARA, Radar Bali.id– Sejumlah gedung Pusat Kesehatan Masyarakat Pembantu (Pustu) di Kabupaten Jembrana kini dalam kondisi memprihatinkan.
Minimnya anggaran perbaikan membuat fasilitas kesehatan di tingkat desa ini nampak tak terawat, bahkan beberapa di antaranya mulai "dihuni" semak belukar.
Salah satu pemandangan miris terlihat di Pustu Desa Tegal Badeng Barat. Bangunan yang seharusnya menjadi pusat pelayanan medis itu nampak kusam, gerbang tertutup rapat, dan halaman dipenuhi rumput liar setinggi pinggang.
Kondisi ini membuat tenaga kesehatan lebih memilih bertugas di Puskesmas induk atau melakukan kunjungan lapangan.
Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial Jembrana, I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata, mengakui bahwa dari 44 Pustu yang ada, sebagian besar memang sudah tidak layak huni. "Pustu tidak ada yang tutup, tetap beroperasi.
Namun fungsinya lebih banyak ke arah promotif dan kunjungan lapangan karena bangunan fisiknya tidak mendukung," jelasnya.
Oka Parwata menambahkan, efisiensi anggaran daerah menjadi penghambat utama rehabilitasi gedung. Saat ini, pihaknya sedang menginventarisasi tingkat kerusakan dan berencana memohon bantuan dana ke Pemerintah Provinsi maupun Pusat.
"Kami harus memilah mana yang menjadi prioritas di tengah keterbatasan anggaran saat ini," tambahnya.[*]
Editor : Hari Puspita