Jadi Tempat Buang Sampah Plastik hingga Kursi Sofa Rusak, TNBB Murka, Ini Peringatan Kerasnya!

Muhammad Basir • Dipublikasikan Rabu, 4 Februari 2026 | 10:37 WIB
MEMANG NGAWUR DAN KURANG AJAR : Tampak sampah plastic hingga sofa rusak di pinggir jalan di kawasan TNBB. (M.Basir/Radar Bali)
MEMANG NGAWUR DAN KURANG AJAR : Tampak sampah plastic hingga sofa rusak di pinggir jalan di kawasan TNBB. (M.Basir/Radar Bali)

 

NEGARA, RadarBali.id– Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB) mengecam keras tindakan oknum masyarakat yang menjadikan pinggir jalan nasional Denpasar-Gilimanuk sebagai tempat pembuangan sampah ilegal.

Ironisnya, sampah-sampah tersebut kini mulai merangsek masuk ke dalam kawasan hutan konservasi.

Pantauan di lapangan menunjukkan pemandangan yang memprihatinkan. Tak hanya kantong plastik dan karung berisi limbah domestik, sebuah sofa bekas bahkan ditemukan teronggok di pinggir jalan, tak jauh dari Anjungan Cerdas Konservasi (ACK).

Ancaman Serius bagi Satwa dan Ekosistem

Kepala Resor Gilimanuk, Hery Kusumanegara, menyatakan bahwa keberadaan sampah ini bukan sekadar masalah estetika.

"Sampah plastik dan bahan kimia sulit terurai, mencemari tanah, dan merusak siklus alami hutan. Lebih bahaya lagi, ini mengancam nyawa satwa liar jika mereka mengonsumsi plastik tersebut," tegasnya, Selasa (3/2/2026).

Hery menambahkan, TNBB sebenarnya rutin melakukan aksi bersih-bersih (clean up) setiap minggu serta mengedukasi siswa sekolah melalui program Visit to School.

Namun, tanpa kesadaran dari para pengendara dan masyarakat sekitar, upaya tersebut sulit membuahkan hasil maksimal.

"Kami akan memperketat pencegahan, menggencarkan sosialisasi, dan menambah papan peringatan agar perilaku membuang sampah ke kawasan hutan ini segera berakhir," pungkasnya.[*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
Denpasar - Gilimanuk jembrana sampah TNBB