Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sempat Ada Penolakan, Tempat Relokasi Rampung, PKL Lapangan Dauhwaru Segera Pindah ke Lokasi Baru

Muhammad Basir • Jumat, 13 Februari 2026 | 09:34 WIB

 

ilustrasi pedagang kakilima di Dauhwaru, Jembrana. (gambar digital gemini-radar bali)
ilustrasi pedagang kakilima di Dauhwaru, Jembrana. (gambar digital gemini-radar bali)

JEMBRANA, Radar Bali.id – Upaya penataan wajah kota di seputaran Lapangan Dauhwaru, Jembrana, saat ini sudah memasuki babak baru.

Lahan relokasi khusus untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) telah rampung dikerjakan dan siap dioperasikan pada bulan Februari ini.

Lokasi baru yang menggunakan lahan pinjam pakai dari Kementerian Keuangan ini didesain untuk menampung sekitar 40 pedagang yang selama ini berjualan di trotoar dan pinggir jalan.

Lokasinya pun sangat strategis, yakni tepat di seberang jalan dari tempat para pedagang berjualan saat ini.

Plt. Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Jembrana, I Ketut Antara, menegaskan bahwa fasilitas tersebut sudah siap seratus persen. "Sudah selesai, tinggal pakai saja. Kami targetkan bulan ini sudah mulai beroperasi," ujarnya pada Kamis (12/2/2026.

Meski saat ini area tersebut belum memiliki atap permanen, pemerintah telah menanam sejumlah pohon perindang agar lokasi menjadi sejuk bagi pedagang maupun konsumen di masa depan. Ketut Antara berharap para pedagang kooperatif untuk segera pindah sesuai dengan kesepakatan sebelumnya.

Relokasi ini menjadi solusi bagi permasalahan lalu lintas di kawasan tersebut. Keberadaan PKL di trotoar selama ini dinilai mengganggu kenyamanan pejalan kaki dan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.

Dengan adanya area khusus ini, diharapkan kawasan Lapangan Dauhwaru menjadi lebih tertib, aman, namun tetap menghidupkan ekonomi kerakyatan.[*]

 

Editor : Hari Puspita
#ketertiban #Penataan #pedagang kaki lima #lapangan Dauhwaru Jembrana