RADAR BALI – Upaya evakuasi besar-besaran terhadap KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di perairan Selat Bali mulai membuahkan hasil signifikan.
Pada Kamis (12/2), ratusan ton kerangka besi kapal tersebut akhirnya tiba dan merapat di dermaga Pantai Marina Boom, Banyuwangi.
Proses pengangkatan yang memakan waktu selama 18 hari ini dilakukan oleh kapal crane BC Pioner 88.
Tantangan utama dalam evakuasi ini adalah kedalaman laut yang mencapai 56 meter serta kondisi arus Selat Bali yang dikenal sangat menantang.
Perwakilan PT Buto, Jonathan Chandra, mengonfirmasi bahwa saat ini sekitar 80 persen bagian kapal telah berhasil dibawa ke permukaan.
Kondisi bangkai kapal saat tiba di dermaga sudah tidak utuh lagi karena proses pemotongan harus dilakukan langsung di dasar laut untuk mempermudah pengangkatan.
"Estimasi muatan yang dibawa sekitar 300 ton. Itu terdiri dari bagian badan kapal, 14 unit truk, dua mobil, dan empat sepeda motor," jelas Jonathan.
Saat ini, yang tersisa di dermaga hanyalah tumpukan rangka besi berkarat yang nyaris tak menyerupai wujud aslinya. Seluruh material ini rencananya akan dikirim ke Surabaya untuk proses peleburan besi.
Skema Pemindahan ke Darat
Setelah bersandar di Marina Boom, tim evakuasi segera memulai proses pemindahan material dari kapal crane ke truk pengangkut.
Mengingat besarnya volume rangka besi, tim memperkirakan proses ini membutuhkan waktu dua hingga tiga hari.
Untuk kelancaran distribusi, beberapa bagian rangka yang berukuran sangat besar akan dipotong kembali di area dermaga.
"Bangkai kapal akan dipotong dulu, setelah itu kita pindahkan ke Surabaya menggunakan sekitar 15 sampai 20 truk," tambah Jonathan.
Meski sebagian besar sudah terangkat, tim mencatat masih ada sekitar 20 persen bagian kapal yang tertinggal di dasar laut.
Bagian tersebut merupakan satu komponen besar yang terletak di sisi depan kapal.
Jika faktor cuaca di Selat Bali tetap bersahabat dan tidak ada kendala teknis pada proses pemindahan di darat, seluruh operasi pengangkatan KMP Tunu Pratama Jaya ditargetkan tuntas sepenuhnya pada Selasa (17/2).
Kedatangan gelombang pertama ratusan ton material ini menjadi tonggak penting dalam penyelesaian evakuasi yang telah berlangsung hampir tiga minggu tersebut.
Kronologi Tenggelam di Selat Bali
KMP Tunu Pratama Jaya 5880 diketahui tenggelam saat sedang melakukan olah gerak atau lego jangkar di perairan Selat Bali.
Insiden ini terjadi akibat kondisi cuaca buruk dan arus bawah laut yang sangat kuat, yang menyebabkan kapal mengalami kebocoran hingga akhirnya kandas dan tenggelam di kedalaman 56 meter.
Kapal ini membawa muatan logistik yang cukup besar, termasuk belasan truk dan kendaraan pribadi yang kini telah berhasil diangkat dalam kondisi rusak parah.
Penemuan Jenazah di Kedalaman 56 Meter
Selama proses evakuasi yang berlangsung selama 18 hari, tim penyelam dan kru crane sempat menemukan jenazah di dalam area bangkai kapal.
Penemuan ini terjadi saat tim sedang melakukan pemotongan bagian dek bawah untuk mempermudah proses pengangkatan. Jenazah tersebut ditemukan terjebak di antara material besi dan muatan kendaraan.
Penemuan ini segera dikoordinasikan dengan pihak kepolisian dan tim medis untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Evakuasi jenazah dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat kedalaman laut yang ekstrem dan jarak pandang yang terbatas di dasar Selat Bali.***
Editor : Ibnu Yunianto