NEGARA, radarbali.jawapos.com – Pemudik yang hendak keluar Bali diimbau berangkat lebih awal pada arus Lebaran tahun ini. Imbauan itu disampaikan menyusul beririsannya Hari Raya Idul Fitri dengan Hari Raya Nyepi, yang berdampak pada penutupan total aktivitas, termasuk layanan penyeberangan.
Manajer Usaha ASDP Pelabuhan Gilimanuk Didi Juliansyah menegaskan, mudik lebih awal menjadi kunci agar pemudik tidak terjebak antrean panjang hingga tertinggal saat pelabuhan ditutup menjelang Nyepi.
“Kami mengimbau masyarakat yang akan mudik keluar Bali agar tidak menunggu mendekati pengerupukan Nyepi,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Menurut Didi, kepadatan kendaraan diperkirakan mulai terasa sejak H-10 Lebaran dan mencapai puncak pada H-4 Lebaran atau sehari sebelum Nyepi.
Jika pemudik memaksakan berangkat mendekati waktu tersebut, risiko kemacetan di jalur mudik hingga keterlambatan tiba di pelabuhan sangat besar.
Kebijakan pemerintah untuk work from home (WDH), diharapkan menjadi kesempatan pemudik untuk mudik lebih awal, sehingga tidak bersamaan dan terjebak antrean panjang di pelabuhan.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, ASDP telah menyiapkan 55 kapal dengan pola operasi normal hingga sangat padat, serta memastikan kesiapan seluruh fasilitas penyeberangan. Namun, pihaknya menekankan kesiapan sarana harus diimbangi kesadaran pemudik mengatur waktu perjalanan.
“Fasilitas siap, tapi manajemen waktu pemudik juga sangat menentukan,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi terakhir, ASDP juga menyiapkan fasilitas penampungan sementara di kawasan pelabuhan jika masih ada pemudik yang terlambat. Meski demikian, pihaknya berharap skenario tersebut tidak terjadi.
“Harapannya tidak ada pemudik yang tertinggal akibat terlambat berangkat,” pungkasnya.***
Editor : M.Ridwan