GILIMANUK, RadarBali.id– Setelah ketidakpastian proyek Tol Gilimanuk-Mengwi, kini giliran Proyek Strategis Nasional (PSN) pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan yang diselimuti tanda tanya.
Rencana pembangunan yang semula dijadwalkan mulai November 2025 dan sempat mundur ke Februari 2026, kini dipastikan kembali tertunda hingga Maret ini.
Nelayan setempat mulai merasa was-was dengan penundaan ini. Nengah Suwenia, salah satu nelayan Pengambengan, mengungkapkan keresahannya karena infrastruktur pelabuhan saat ini sangat mendesak untuk diperbaiki.
"Akses pintu masuk kolam labuh sudah mengalami pendangkalan. Kabarnya lelang diulang lagi karena ada syarat yang belum lengkap," ujarnya, Senin (2/32026).
Baca Juga: Mega Proyek Pelabuhan Ikan Pengambengan, Jembrana, Berlanjut Berikut Ini Anggaran Jumbonya
Kepala Sub Bagian Umum PPN Pengambengan, Lukman Hadi, mengonfirmasi bahwa proyek tetap berjalan namun masih terhambat proses tender yang belum membuahkan pemenang. "Statusnya masih on progress tender, belum ada pemenang lelang," tegasnya.
Ambisi Menjadi Pelabuhan Internasional
Proyek raksasa yang didanai pinjaman Islamic Development Bank (IsDB) senilai Rp1,25 triliun ini ditargetkan rampung pada 2028. Rencananya, luas pelabuhan akan diekspansi dari 13,5 hektar menjadi 60 hektar.
Jika terealisasi, kapasitas labuh akan meningkat dari 500 menjadi 1.500 kapal dengan proyeksi produksi mencapai 80.000 ton per tahun atau senilai Rp3,2 triliun. Menariknya, meski diproyeksikan bertaraf internasional menggantikan fungsi perikanan Pelabuhan Benoa, nelayan tradisional Jembrana tetap diberikan "karpet merah" dengan kuota khusus sebesar 35 persen.[*]
Editor : Hari Puspita