NEGARA, RadarBali.id– Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) terus memantau keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI), khususnya Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jembrana yang berada di wilayah konflik luar negeri.
Kepala Disnakerperin Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan PMI asal Jembrana yang terdampak langsung.
"Berdasarkan pantauan, kondisi mereka masih aman. Namun, kami tetap waspada dan terus melakukan pemutakhiran data," jelasnya.
Data BP3MI mencatat ada 936 PMI asal Jembrana yang bekerja secara resmi di berbagai negara. Namun, jumlah aslinya diprediksi lebih besar karena banyaknya warga yang berangkat secara mandiri tanpa prosedur resmi.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah telah mengambil kebijakan tegas terkait keberangkatan baru. "Kami menunda keberangkatan maupun transit calon PMI ke negara-negara terdampak sampai ada imbauan resmi dari KBRI atau BP3MI," tegas Mirah.
Saat ini, beberapa calon PMI tujuan Bulgaria dan Dubai masih dalam status pending. Khusus untuk tujuan Bulgaria, petugas tengah melakukan pengecekan mendalam terhadap rute penerbangan (itinerary) guna memastikan tidak ada jadwal transit di zona berbahaya.[*]
Editor : Hari Puspita