Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tantangan Retribusi Digital di Gilimanuk Jelang Mudik Lebaran 2026: Pembayaran Non-Tunai di Terminal Gilimanuk Terancam Tak Maksimal

Muhammad Basir • Senin, 9 Maret 2026 | 09:21 WIB

ilustrasi PAD . (gambar digital gemini/radar bali)
ilustrasi PAD . (gambar digital gemini/radar bali)

NEGARA, RadarBali.id – Penerapan uang elektronik (e-money) untuk retribusi di Terminal Manuver dan Terminal Penumpang Gilimanuk menghadapi tantangan besar menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Meski sistem non-tunai sudah diberlakukan sejak Februari lalu, potensi kebocoran pendapatan akibat lonjakan kendaraan masih menghantui.

Kabid Perhubungan Jembrana, I Gusti Putu Widana, mengakui bahwa belum semua pengguna jalan siap dengan sistem digital. "Jika pengendara tidak punya kartu, petugas di loket akan membantu dengan kartu cadangan. Namun, tantangan terberat adalah saat kemacetan parah," ujarnya.

Potensi Kebocoran Tinggi

Data mudik tahun 2025 menunjukkan angka yang kontras:

Kebocoran ini terjadi bukan karena pungutan liar, melainkan kebijakan diskresi.

Saat antrean mengular, palang pintu terpaksa dibuka lebar demi mengurai kemacetan, sehingga retribusi tidak bisa dipungut. Untuk mengantisipasi "oknum nakal" di tengah situasi kaos tersebut,

Dishub telah memasang CCTV yang terhubung langsung ke ruang pengawas guna memastikan transparansi petugas di lapangan.[*]

Editor : Hari Puspita
#pungutan pajak #PAD Jembrana #Retribusi Kendaraan #pendapatan asli daerah