Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tak Mau Repot, Hindari Macet dan Penutupan Nyepi, Sejumlah Pemudik Mulai Curi Start Duluan di Gilimanuk

Muhammad Basir • Rabu, 11 Maret 2026 | 09:38 WIB

 

PULANG DULUAN : Sejumlah pemudik dengan motor di loket Pelabuhan Gilimanuk Selasa (10/3/2026). (M.Basir/Radar Bali)
PULANG DULUAN : Sejumlah pemudik dengan motor di loket Pelabuhan Gilimanuk Selasa (10/3/2026). (M.Basir/Radar Bali)

 

GILIMANUK, Radar Bali.id– Gelombang arus mudik Lebaran 2026 dari Bali menuju Pulau Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk mulai menunjukkan pergerakan. Meskipun  aktivitas penyeberangan masih terpantau lengang tanpa antrean panjang, sejumlah pemudik memilih untuk "mencuri start" dengan pulang lebih awal ke kampung halaman.

Dua faktor utama yang memicu warga mudik lebih dini adalah kekhawatiran terjebak kemacetan parah pada puncak arus mudik serta adanya penutupan layanan penyeberangan saat Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 19 Maret 2026 mendatang.

Alasan Mudik Lebih Awal

Pantauan di lapangan pada H-10 Lebaran menunjukkan pemudik motor dan mobil pribadi mulai mengalir masuk ke pelabuhan.

Salah satu pemudik asal Jember, Khairudin, mengaku tidak ingin mengambil risiko tertahan di Bali saat prosesi Nyepi dimulai.

"Sengaja berangkat lebih cepat biar tidak kena macet. Apalagi Lebaran tahun ini dekat dengan Nyepi, pelabuhan pasti tutup total. Mumpung masih sepi, lebih nyaman di jalan," ungkapnya saat ditemui di area pelabuhan.

Hal senada disampaikan Abdul Wahid, pemudik asal Banyuwangi. Baginya, menyelesaikan pekerjaan lebih awal adalah kesempatan untuk menghindari kepadatan yang diprediksi terjadi pekan depan. "Kalau minggu depan sudah pasti macet total," cetusnya.

Prediksi Puncak Arus Mudik

Pihak ASDP Pelabuhan Gilimanuk memprediksi lonjakan drastis penumpang akan mulai terjadi pada Jumat, 13 Maret 2026. Adapun puncak arus mudik diperkirakan jatuh pada 15–16 Maret 2026, atau empat hari menjelang Lebaran.

Tahun ini, jumlah pemudik diproyeksikan meningkat sebesar 5% dibandingkan tahun lalu. Guna mengantisipasi hal tersebut, ASDP telah menyiapkan skema matang:

Optimalisasi Kapal yang Ada

Manajer Usaha ASDP Gilimanuk, Didi Juliansyah, menjelaskan bahwa untuk tahun ini tidak ada penambahan kapal berukuran besar (Lombok series) di lintas Ketapang–Gilimanuk.

"Kami mengoptimalkan 55 kapal yang sudah ada karena dinilai masih sangat mumpuni untuk melayani arus mudik tahun ini. Namun, kami tetap mengimbau masyarakat untuk berangkat lebih awal demi kenyamanan dan menghindari risiko tidak terangkut akibat penutupan saat Nyepi," jelas Didi.

Penyeberangan Gilimanuk-Ketapang sendiri dijadwalkan akan berhenti beroperasi sementara saat Hari Raya Nyepi, dimulai dari rangkaian prosesi pada 18 Maret hingga 20 Maret pagi.[*]

Editor : Hari Puspita
#libur lebaran #arus mudik #penyeberangan #hari raya idul fitri #hari raya nyepi