GILIMANUK, RadarBali.id– Alih-alih menjadi pusat ekonomi di pintu keluar Bali, Pasar Manuver Gilimanuk justru berakhir memprihatinkan.
Bangunan yang rampung sejak 2019 menggunakan dana pemerintah pusat ini kini nyaris tanpa aktivitas pedagang dan mulai mengalami kerusakan di berbagai sisi.
Meski lokasinya sangat strategis—berdampingan dengan Terminal Manuver dan jalur utama Pelabuhan Gilimanuk—pasar ini gagal total menjalankan peran ekonominya.
Salah Konsep Sejak Awal
Penolakan dari pedagang ternyata sudah muncul sejak tahap perencanaan. Struktur los yang dibangun permanen dengan beton dianggap kaku dan tidak sesuai dengan kebutuhan praktis para pedagang pasar.
- Kondisi Fisik: Cat dinding memudar dan bangunan tampak kusam tak terawat.
- Alih Fungsi Liar: Beberapa kios yang kosong kini justru beralih fungsi menjadi tempat tinggal, lengkap dengan perabot rumah tangga dan jemuran pakaian yang bergelantungan.
Pemerintah Masih "Bingung" Pemanfaatan
Ironisnya, hingga saat ini belum ada solusi konkret untuk menyelamatkan aset negara tersebut. Pemerintah Kabupaten Jembrana belum memiliki rencana pasti apakah bangunan ini akan direvitalisasi, ditata ulang, atau dialihfungsikan.
"Belum ada rencana mau dibuat apa ke depan," ujar Plt. Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Jembrana, I Ketut Antara.
Tanpa langkah tegas, bangunan yang menelan anggaran besar ini terancam hanya akan menjadi "proyek monumen" yang tidak memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat setempat.[*]
Editor : Hari Puspita