Nah! Simalakama Pembatasan Truk Dicabut, Jalur Ketapang-Gilimanuk "Banjir Bah" Antrean Kendaraan hingga Belasan Kilometer

Muhammad Basir • Dipublikasikan Kamis, 2 April 2026 | 00:49 WIB
LANGSUNG MENGULAR: Antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk pada malam hari didominasi angkutan barang. (M. Basir)
LANGSUNG MENGULAR: Antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk pada malam hari didominasi angkutan barang. (M. Basir)

NEGARA, Radar Bali.id - Arus lalu lintas di penyeberangan lintas Ketapang - Gilimanuk kembali mengalami kepadatan luar biasa hingga Rabu (1/4/2026).

Antrean panjang kendaraan mengular, baik di Pelabuhan Ketapang maupun Gilimanuk.

Baca Juga: GANTIAN MACET HOROR DI KETAPANG : Masih 10 Ribu Kendaraan Belum Seberangi Selat Bali, ASDP Patok Bongkar Muat 35 Menit

Berbeda dari masa mudik, kali ini giliran kendaraan logistik dan angkutan barang yang mendominasi jalanan setelah berakhirnya masa pembatasan operasional.

Informasi yang dihimpun di lapangan menunjukkan bahwa antrean kendaraan yang hendak keluar dari Bali di Pelabuhan Gilimanuk terus mengalami pasang surut sejak akhir pekan lalu.

Pada malam hari, kondisi terpantau jauh lebih padat hingga seluruh kantong parkir pelabuhan penuh sesak. Bahkan, ekor antrean meluber ke Jalan Nasional Denpasar - Gilimanuk hingga sepanjang 2 kilometer.

”Kemarin malam antrean kendaraan bahkan terpantau mengular sampai area masjid Gilimanuk,” ungkap Pengawas Satuan Pelaksana (Wasatpel) UPPKB Cekik, I Made Ria Fran Dharma Yudha, Rabu (1/4/2026).

Menurut Yudha, lonjakan kendaraan keluar Bali ini didominasi oleh truk dan bus, sementara sepeda motor dan mobil pribadi cenderung lebih sedikit. "Banjir" kendaraan barang ini terjadi lantaran kebijakan pembatasan operasional angkutan logistik resmi berakhir sejak Senin (30/3/2026).

”Saat ini kondisi lalu lintas sudah kembali normal, tidak ada lagi pembatasan kendaraan angkutan barang. Karena sempat tertahan (saat pembatasan), sekarang arusnya seperti banjir bah. Kendaraan datang hampir bersamaan,” imbuhnya.

Ketapang Terjebak Antrean Belasan Kilometer

Pemandangan serupa tapi lebih parah terjadi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Ribuan truk angkutan barang yang hendak masuk ke Bali terjebak antrean raksasa hingga belasan kilometer ke arah utara menuju Situbondo.

Manajer Humas ASDP Cabang Ketapang, Bintang Felfian, membenarkan bahwa lonjakan drastis kendaraan logistik ini merupakan dampak langsung dari berakhirnya Surat Keputusan Bersama (SKB) Kemenhub terkait pembatasan truk sumbu tiga ke atas yang sebelumnya berlaku pada 13–29 Maret 2026.

”Kendaraan logistik mendominasi karena SKB sudah tidak berlaku. Namun, situasi tetap dalam kendali melalui penguatan manajemen operasional di lapangan,” ujar Bintang.

Demi mengurai tumpukan kendaraan, pihak ASDP Cabang Ketapang langsung tancap gas mengerahkan 36 armada kapal. Skema taktis berupa pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) diterapkan secara khusus pada 10 kapal di Dermaga 4 untuk mempercepat proses bongkar muat.

Tak hanya itu, enam kapal perbantuan berskala besar juga diterjunkan, yakni Portlink VII, Liputan XII, Dharma Kencana IX, Dharma Rucitra, Karya Maritim II, dan Perkasa Prima V. ASDP juga berkolaborasi dengan regulator untuk menambah ritme perjalanan kapal serta mengoptimalkan zona penyangga (buffer zone).

Menariknya, meski jalur nasional dipadati truk raksasa, prioritas utama tetap diberikan kepada pengendara roda dua dan mobil pribadi.

Dari data produksi 24 jam terakhir pada Selasa (31/3/2026), sebanyak 49.515 penumpang dan 13.131 unit kendaraan berhasil menyeberang masuk ke Bali, dengan dominasi 16.795 unit sepeda motor dan 3.878 mobil pribadi. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
arus balik jembrana macet horor pelabuhan gilimanuk