NEGARA, Radar Bali.id – Memuncaknya kemacetan menuju Pelabuhan Gilimanuk berujung pada protes keras dari warga setempat.
Merasa terganggu dan terancam keselamatannya, warga Kelurahan Gilimanuk marah, mengamuk, nekat melakukan aksi blokade jalan di sepanjang jalan tembus atau gang permukiman mereka pada Rabu (1/4/2026) malam.
Baca Juga: NONSTOP! Arus Balik ke Bali Meningkat, Pemeriksaan KTP di Gilimanuk Diperketat 24 Jam
Kemarahan warga tersulut setelah puluhan bus dan truk berukuran besar secara sepihak memanfaatkan jalan-jalan sempit di tengah permukiman padat sebagai jalan pintas darurat menuju pelabuhan.
Berikut beberapa poin utama yang melatarbelakangi aksi warga:
- Melebihi Batas Wajar: Warga mengaku masih memaklumi jika kendaraan kecil seperti motor dan mobil pribadi melintas saat puncak arus mudik. Namun, masuknya bus dan truk besar dinilai sudah sangat keterlaluan.
- Kerusakan Fasilitas Umum: Sejak Selasa hingga Rabu malam, badan jalan mulai mengalami retak-retak. Tidak hanya itu, kabel listrik dan penyedia internet yang melintang rendah turut menjadi korban akibat tersangkut badan bus yang tinggi.
- Bukan Jalur Resmi: Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikuauma, menegaskan bahwa masuknya kendaraan besar tersebut murni ulah nekat para oknum sopir serta pengurus bus yang enggan mengantre di jalur utama.
Menanggapi gejolak warga, pihak kelurahan langsung memanggil perwakilan pengurus bus pada Kamis (2/4/2026) pagi untuk diberikan teguran keras. Pihak kelurahan juga berkoordinasi dengan aparat berwenang untuk menyiagakan personel di mulut-mulut gang alternatif.
Upaya tegas tersebut terbukti membuahkan hasil. Pantauan pada Kamis pagi menunjukkan bahwa antrean bus di dalam gang permukiman sudah mulai bersih dan seluruh armada dialihkan masuk ke area parkir pelabuhan.[*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali