NEGARA, RadarBali.id – Kendati belum sepenuhnya sirna, ancaman penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) pada ternak sapi di Jembrana kini dalam kondisi terkendali.
Hingga saat ini, laporan kasus positif masih stagnan di angka 21 kasus tanpa adanya penambahan baru dalam beberapa bulan terakhir.
Baca Juga: Cegah Virus Merebak, Seribu Lebih Sapi dan Kerbau di Jembrana Divaksin PMK, Ini Targetnya
Meski data menunjukkan tren stabil, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Jembrana enggan gegabah. Karakter virus LSD yang memiliki masa inkubasi hingga 28 hari membuat petugas tetap waspada terhadap potensi penularan "senyap" di lapangan.
Baca Juga: 13 Ekor Sapi Warga Bangli Positif Tertular Virus Jembrana
“Kami belum berani memastikan sepenuhnya berhasil, karena LSD ini penyebarannya pelan. Kadang perlu waktu hampir satu bulan baru gejala klinisnya muncul pada ternak,” ujar Kabid Keswan-Kesmavet Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta.
Sebagai langkah antisipasi, vaksinasi massal tetap menjadi senjata utama yang terus digencarkan ke kandang-kandang peternak. Selain itu, para peternak diimbau untuk tidak lengah dalam menerapkan biosekuriti, seperti rutin menyemprotkan disinfektan dan mengendalikan serangga pembawa virus.
Sugiarta meminta masyarakat untuk segera melapor jika menemukan gejala benjolan pada kulit sapi mereka agar penanganan bisa dilakukan lebih dini sebelum menulari ternak lainnya.[*]
Editor : Hari Puspita