Strategi Tiga Fase: Jembrana Bangun Kemandirian Sampah Melalui Teba Modern

Muhammad Basir • Dipublikasikan Selasa, 14 April 2026 | 20:43 WIB
Ilustrasi TPA Peh, Jembrana. (foto: M.Basir)
Ilustrasi TPA Peh, Jembrana. (foto: M.Basir)

NEGARA, Radar Bali.id – Kabupaten Jembrana resmi meluncurkan roadmap ambisius untuk memutus ketergantungan pada TPA. Melalui pendekatan tiga fase—hulu, tengah, dan hilir—Jembrana berambisi menyelesaikan persoalan sampah sedekat mungkin dari sumbernya.

Baca Juga: Ekskavator TPA Peh Rusak Hingga Sampah Menumpuk, Sekda Jembrana Pastikan Pengangkutan Normal Pekan Ini

Kepala DLHPKP Jembrana, Dewa Gede Ary Candra Wisnawa, menjelaskan bahwa fase hulu adalah kunci utama. Salah satu inovasi menarik yang diusung adalah modernisasi kearifan lokal "Teba" menjadi "Teba Modern" untuk mengolah sampah organik langsung di halaman rumah atau sektor usaha perhotelan (Horeka).

Baca Juga: Jembrana Tinggalkan Sistem Buang Sampah Kuno, Teknologi RDF Jadi Penyelamat TPA Peh

"Sampah organik seharusnya selesai di rumah, bukan justru diangkut ke TPA," tegas Candra.

Pada fase tengah, penguatan TPS3R dan pengawasan aturan melalui Perda Nomor 8 Tahun 2013 akan diperketat. Sementara di fase hilir, teknologi mesin Refuse Derived Fuel (RDF) dioptimalkan untuk menyulap sisa residu menjadi bahan bakar alternatif.

Kendati teknologi canggih telah disiapkan, Candra mengingatkan bahwa keberhasilan sistem ini tetap bertumpu pada satu hal: kedisiplinan masyarakat dalam memilah sampah dari rumah. Jembrana kini tak lagi sekadar membuang sampah, melainkan mengelolanya menjadi sumber daya baru.[*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
tps3r teba modern TPA Peh Kaliakah jembrana sampah