Jembrana Masuki Masa Pancaroba, Warga Diminta Waspada Gelombang Tinggi dan Ancaman Kekeringan di Barat

Muhammad Basir • Dipublikasikan Jumat, 17 April 2026 | 05:38 WIB
ilustrasi ancaman kekeringan musim kemarau. (gambar digital Gemini/Radar Bali)
ilustrasi ancaman kekeringan musim kemarau. (gambar digital Gemini/Radar Bali)

NEGARA, RadarBali.id – Kabupaten Jembrana resmi memasuki masa peralihan musim atau pancaroba pada pertengahan April ini. Meski intensitas hujan mulai melandai, masyarakat diminta tidak lengah karena potensi ancaman bergeser ke fenomena alam lain: gelombang laut tinggi dan kekeringan.

Baca Juga: Memasuki Pancaroba, Jembrana Siagakan 481 Personel Gabungan Hadapi Musim Hujan, tapi Masih Kekurangan Perahu Karet

Kepala Stasiun Klimatologi Bali, Aminudin Al Roniri, melalui staf analisa Trayi Budi Samantu, mengungkapkan bahwa tren cuaca ke depan akan relatif lebih kering.

"Jembrana diprediksi memasuki April dasarian dua, yang berarti hujan akan semakin berkurang secara signifikan," jelasnya.

Waspada pancaroba kemarau di Jembrana:

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
kemarau kering pancaroba jembrana peralihan musim cuaca buruk