Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Atasi Darurat Sampah, Bupati Jembrana: Lahan Luas Pakai Teba Tradisional, Lahan Sempit Gunakan Teba Modern

Muhammad Basir • Sabtu, 25 April 2026 | 14:46 WIB
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan (dua dari kiri).
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan (dua dari kiri). 

NEGARA, radarbali.jawapos.com - Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, secara resmi mengeluarkan Surat Imbauan mengenai kebijakan Pengolahan Sampah Organik Berbasis Sumber. 

Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kian kritis sekaligus upaya mewujudkan kemandirian pengelolaan limbah rumah tangga. 

Pada Imbauan tersebut, Bupati menekankan dua metode utama berdasarkan ketersediaan lahan warga.

Bagi warga yang memiliki Lahan Luas, Warga diarahkan memilah sampah organisnya tetap menggunakan sistem "Teba Tradisional ( lubang alami) yang sudah menjadi kearifan lokal masyarakat Bali. 

Sementara bagi warga yang Lahannya sempit, utamanya mereka yang tinggal di kawasan perkotaan atau kelurahan, diajak menggunakan Teba Modern. 

Bupati Kembang menegaskan bahwa sampah organik mendominasi lebih dari 60 persen total volume sampah harian. 

Oleh karena itu, kebijakan ini juga mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN)di lingkungan Pemkab Jembrana untuk menjadi pelopor (role model) dengan menerapkan sistem teba moderen ini di rumah masing-masing. 

Perangkat kewilayahan dari kelian dan kepala lingkungan diinstruksikan untuk memantau langsung pelaksanaan di lapangan dan wajib melaporkan progresnya dalam waktu empat minggu ke depan sejak surat imbauan dikeluarkan .

"Teba Modern adalah solusi bagi masyarakat urban. Cukup satu lubang kecil, sampah sisa dapur tuntas tanpa bau dan tanpa lalat bonusnya dapat pupuk kompos," jelas Bupati Kembang saat dihubungi, Sabtu (25/4/2026).

Bupati juga berharap gerakan ini memicu transformasi budaya hidup bersih dari lingkungan terkecil.

Melalui kedisiplinan warga, persoalan sampah diharapkan tuntas di tingkat rumah tangga demi menjaga keberlanjutan TPA. 

"Mari jadikan pengolahan sampah sebagai gaya hidup baru. Jangan biarkan sampah keluar rumah sebelum dipilah, karena melalui Teba Modern, kita sedang menabung kesuburan tanah untuk masa depan anak cucu kita," tegas Bupati Kembang Hartawan.

 

 

 

 

Editor : Rosihan Anwar
#solusi sampah jembrana #teba modern #Bupati jembrana i Made Kembang Hartawan