Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

May Day di Jembrana Tanpa Aksi, KSPSI Soroti Nasib 36 Ribu Pekerja yang Belum Terlindungi

Muhammad Basir • Jumat, 1 Mei 2026 | 09:19 WIB
NASIB BURUH TAK BANYAK BERUBAH : Ketua KSPSI Jembrana Sukirman, akui ogah ikut acara kolaboratif. (ist)
NASIB BURUH TAK BANYAK BERUBAH : Ketua KSPSI Jembrana Sukirman, akui ogah ikut acara kolaboratif. (ist)

NEGARA, Radar Bali.id – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kabupaten Jembrana tahun ini terasa sunyi dari aksi massa.

Namun, di balik ketenangan tersebut, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jembrana melontarkan kritik tajam terkait rapor merah kesejahteraan pekerja lokal.

Baca Juga: Peringati May Day, FSPM Tuntut Penguatan Fungsi Pengawasan Disnaker

Ketua KSPSI Jembrana, Sukirman, menyatakan bahwa pihaknya tidak lagi menggelar kegiatan kolaboratif dengan pemerintah seperti tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Agenda dan Tuntutan Unjuk Rasa May Day di Bali 1 Mei 2026

Kehadiran serikat pekerja dalam agenda Pemkab pun kini hanya sebatas memenuhi undangan.

Sorotan Tajam KSPSI

Lebih jauh Sukirman juga mengkritisi praktik magang di sejumlah perusahaan, khususnya yang melibatkan pekerja perempuan.

Meski jaminan sosial disebut sudah dijamin, namun perjanjian kerja magang hanya diketahui pihak perusahaan. ”Dinas tenaga kerja tidak tahu isi perjanjiannya. Ini rawan,” katanya.

Selain itu, Sukirman menyoroti masih adanya peraturan perusahaan yang belum dicatatkan di Dinas Tenaga Kerja.

Kondisi ini dinilai merugikan pekerja karena tidak ada pengawasan pemerintah terhadap hak dan kewajiban yang diatur perusahaan.[*]

Editor : Hari Puspita
#may day Bali 2026 #hari buruh #kspsi #jembrana #pekerja migran