Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Alih Fungsi Lahan Sangat Mengancam, Pemkab Jembrana Lakukan Verifikasi Faktual Subak

Muhammad Basir • Selasa, 5 Mei 2026 | 08:14 WIB
Ilustrasi subak dan pengairan sawah di Bali. (gambar gemini/radar bali)
Ilustrasi subak dan pengairan sawah di Bali. (gambar gemini/radar bali)

NEGARA, Radar Bali.id – Sistem irigasi tradisional Bali, Subak, kini sedang berada di persimpangan jalan.

Masifnya alih fungsi lahan dan krisis pasokan air di Kabupaten Jembrana memicu kekhawatiran akan menyusutnya jumlah lembaga adat yang menjadi warisan budaya dunia tersebut.

Menanggapi hal ini, Pemkab Jembrana melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mulai menerjunkan tim untuk melakukan verifikasi faktual terhadap 231 subak yang tercatat (83 subak basah dan 148 subak abian).

Baca Juga: Inovasi Dinas Pertanian Denpasar, Ajak Petani Pakai Pupuk Organik Berteknologi Nano di Subak Sembung, ini Keunggulannya

Langkah ini diambil setelah adanya laporan banyaknya subak basah (sawah) yang berubah menjadi subak kering (perkebunan) karena kekurangan air.

Baca Juga: 2026 Ancaman Alih Fungsi Lahan di Bali Semakin Masif , Pertaruhan Eksistensi Subak Perlu Dukungan Kuat

Kepala Bidang Adat, Tradisi, dan Warisan Budaya, I Gede Suartana, menjelaskan bahwa selain krisis air, penyempitan luas lahan akibat pembangunan pemukiman menjadi ancaman serius bagi kelembagaan subak.

"Idealnya satu subak memiliki luas minimal 50 hektare. Saat ini, potensi pengurangan jumlah subak cukup tinggi karena banyak yang luasnya terus menyusut di bawah batas tersebut," ungkap Suartana.

Dalam proses verifikasi ini, pemerintah menggandeng lintas OPD, mulai dari Dinas PU, Dinas Pertanian, hingga Majelis Desa Adat. Meski tantangannya berat, Pemkab Jembrana terus berupaya membentengi eksistensi subak dengan memberikan insentif Rp 1 juta per bulan bagi setiap subak serta rutin menggelar lomba subak setiap tahunnya sebagai bentuk penguatan kelembagaan.[*]

 

Editor : Hari Puspita
#persawahan #pengairan #Sistem Irigasi #pertanian #subak