Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Normalisasi Sungai Jadi Harga Mati Solusi Usai Banjir Melanda Nusasari, Melaya, Jembrana

Muhammad Basir • Rabu, 6 Mei 2026 | 06:38 WIB
DATANGI LANGSUNG LOKASI: Kepala BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra memimpin asesmen pascabanjir yang melanda Desa Nusasari, Kecamatan Melaya. (foto:BPBD Jembrana)
DATANGI LANGSUNG LOKASI: Kepala BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra memimpin asesmen pascabanjir yang melanda Desa Nusasari, Kecamatan Melaya. (foto:BPBD Jembrana)

NEGARA, Radar Bali.id — Pasca banjir yang merendam Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana bergerak cepat melakukan asesmen lapangan.

Langkah ini diambil untuk memetakan akar masalah agar bencana serupa tidak menjadi "tamu rutin" setiap musim hujan.

Baca Juga: Usai Bencana Banjir dan Longsor Jembrana Berbenah, BPBD Fokus Bersihkan Endapan Lumpur

Kepala BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengungkapkan bahwa luapan air dipicu oleh tingginya debit di hulu yang membuat Bendungan Palasari meluap. Kondisi ini diperparah oleh penyempitan alur sungai akibat sedimentasi yang tebal.

"Volume air meningkat drastis hingga menutup badan jalan. Kami berencana melakukan normalisasi. Jika gotong royong warga belum cukup, alat berat akan segera kami kerahkan ke lokasi," tegas Artana.

Peristiwa yang terjadi pada Jumat (1/5/2026) sore tersebut memang tidak memakan korban jiwa, namun sempat melumpuhkan akses jalan.

Bahkan, satu unit mobil dilaporkan terperosok akibat genangan air yang diperparah minimnya lampu penerangan jalan. BPBD mengimbau warga dan pengguna jalan untuk ekstra waspada saat melintasi wilayah rawan banjir di kala hujan lebat.[*]

Editor : Hari Puspita
#kawasan rawan bencana #bpbd jembrana #bencana banjir #daerah banjir