NEGARA, Radar Bali.id – Semangat gotong royong tampak nyata di Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo. Personel TNI dari Kodim 1617/Jembrana bersama warga setempat kini tengah mengebut pembangunan Jembatan Nusamara guna memulihkan akses yang sempat terputus total akibat bencana alam.
Saat memasuki musim kemarau saat ini, pengerjaan saat ini memasuki tahap krusial, yakni pemasangan siku tiang pilon dan pengurugan abodmen.
Baca Juga: Kabar Baik! Perbaikan Jembatan Tukad Sanghyang Gede Melaya Bisa Rampung Lebih Cepat, Ini Progresnya
Ketelitian menjadi kunci dalam fase ini untuk memastikan jembatan memiliki daya tahan jangka panjang, mengingat fungsinya sebagai urat nadi aktivitas warga.
Dandim 1617/Jembrana, Letkol Inf Sy. Gafur Thalib, menegaskan bahwa percepatan ini dilakukan agar mobilitas warga, terutama distribusi hasil pertanian, tidak lagi terhambat.
“Infrastruktur desa adalah kunci roda ekonomi. Kami terus mendorong pengerjaan agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat, terutama sebagai jalur distribusi tani dan akses pelayanan publik,” tegas Letkol Gafur.
Selain fungsi ekonomi, Jembatan Nusamara diproyeksikan menjadi jalur evakuasi strategis saat terjadi cuaca ekstrem atau kondisi darurat di wilayah Yehembang Kangin.
Sebagai pengingat, jembatan gantung Banjar Nusamara ini putus total akibat terjangan hujan deras pada November 2021 silam. Kejadian tersebut sempat menyebabkan 19 kepala keluarga terisolir karena kehilangan satu-satunya akses jalan. Kini, dengan progres yang signifikan, warga optimistis proyek strategis ini akan rampung lebih cepat dari target yang ditentukan.[*]
Editor : Hari Puspita