NEGARA, Radar Bali.id – Memastikan pelaksanaan ibadah kurban berjalan aman dan higienis menjelang Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana langsung mengambil langkah proaktif.
Baca Juga: Stok Aman, Sapi Bali Asal Gianyar Merajalela di Sejumlah Kota Besar di Jawa Menjelang Idul Adha
Jajaran dinas terkait diterjunkan ke lapangan guna memastikan seluruh hewan kurban, khususnya yang bersumber dari bantuan pemerintah, dalam kondisi prima, bebas penyakit, dan aman dikonsumsi warga.
Pemeriksaan klinis yang ketat ini digawangi oleh jajaran Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Jembrana.
Langkah antisipatif ini mutlak dilakukan untuk memfilter risiko penularan penyakit hewan menular (zoonosis) sekaligus menjamin standar keamanan pangan asal hewan di gumi makepung.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan–Kesmavet) Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Jembrana, Gusti Ngurah Putu Sugiarta, menyatakan bahwa sejauh ini sebanyak 71 ekor kambing bantuan pemerintah telah disisir dan diperiksa secara menyeluruh. Tim medis veteriner memeriksa detail mulai dari kondisi fisik luar, perilaku satwa, tingkat kebersihan, hingga deteksi tanda-tanda klinis penyakit berbahaya.
“Dari hasil pemeriksaan intensif di lapangan, seluruh kambing bantuan pemerintah daerah dinyatakan sehat, bebas penyakit, dan mengantongi syarat layak untuk dipotong sebagai hewan kurban,” tegas Sugiarta, Minggu (24/5/2026).
Kendati demikian, Sugiarta memastikan proteksi kesehatan masyarakat tidak berhenti pada tahap ante mortem (pemeriksaan sebelum penyembelihan) saja.
Saat hari H penyembelihan nanti, tim pengawas akan kembali disebar untuk melakukan pemeriksaan post mortem alias pengecekan organ dalam dan kualitas daging pasca-dipotong.
“Pemeriksaan lanjutan setelah pemotongan itu wajib. Petugas akan mengecek kondisi hati, paru-paru, dan organ dalam lainnya untuk menggaransi daging kurban yang didistribusikan ke masyarakat benar-benar steril dan tidak mengandung bibit penyakit,” imbuhnya.
Langkah preventif ini diharapkan mampu mengeliminasi kekhawatiran masyarakat terhadap penularan penyakit yang berpotensi melompat dari hewan ke manusia. Pihak dinas juga mengimbau keras kepada seluruh panitia kurban di masjid-masjid maupun banjar agar segera melapor ke petugas jika menemukan hewan kurban dengan gejala klinis yang mencurigakan.
Masyarakat juga diingatkan untuk tetap menjaga higienitas tempat pemotongan agar prosesi ibadah Idul Adha di Kabupaten Jembrana berjalan dengan khidmat, aman, dan sehat.[*]
Editor : Hari Puspita